Operasi Katarak

Pertama kali merasa gak enak mata, waktu lagi jalan2 sama Fathi ke Giant, perasaan mata teh kabur buburicakan dan sepertinya ada asap,
“Kaka mata ibu teh ada sesuatu nih, mani jadi lieur kieu” kata ibu
“Ati2 atuh bu” kata kaka
Ibu terus pegangan wae kana troli da takut jatuh.
Tiga hari kemudian, Tiya ngomong katanya matanya pusing mau ke dokter mata, di Mitra Keluarga Bekasi.
“Ibu ikut deh mau periksa” kata ibu,
“kaka juga ikut , matanya sakit seperti radang dari contact lens “ kata si kaka.
Terua kita rame2 ke dr indrayana si kakek dokter mata.
“Kenapa bu “ kata dokter
“Ini dokter mata saya gak enak, saya kan diabet takut katarak” kata ibu
“Ini memang sudah katarak, dua2nya, harus dioperasi. Tapi karena diabet harus tunggu hingga dibawah 200. Ke dokter gula saja dulu , Dr Olly ahli diabet,saya kasih pengantar”.Dari dr indrayana ibu sudsah dikasih surat pengantar untuk operasi mata ke bagian rawat inap.

JAKARTA EYE CENTER
Karena matanya Fathi tambah meradang, dan ibu juga mau periksa mata ke Jakarta Eya Center, jadi dengan diantar bapak kita semua pergi ke sana.
Sampai di Jakarta Eye Center, langsung daftar terus ke ruang eksekutif saja supaya cepat dan kita tidak memilih dokter jadi dapatnya Dr.Ucok Parlindungan.
Di ruang eksekutif , kita diperiksa dulu jarak dekat dan jarak jauh pandangan mata, terus tekanan bola matanya , kalau diluar eksekutif periksanya kita yg masuk ke ruangannya tapi kalau di ruang eksekutif , perawatnya yang nyamperin kita.
Setelah diberi tetes mata, untuk membuka pupil mata ,baru diantar ke dokter, karena pasien eksekutif, maka pasien bias langsung masuk memotong jalur pasien biasa.
MAAAAAKKK …………… gubrakkkk deh.
Begitu ketemu dokter Ucok Parlindungan langsung dia Tanya
“Kenapa Mak “ kata dokter. Langsung illfil atuh denger dia manggil emak sama ibu.
Gak tahu kalau emak itu menurut dia, untuk mengakrabkan hubungan dokter dan pasien, atau dia merasa seperti ke ibunya, tapi geuleuh gitu ngedengernya. Iiiiiiiihhhhyy.
Karena ibu diabet, maka pemeriksaannya lebih rumit, gula juga harus dibawah 200, terus ibu harus diphoto dulu, diperiksa fungsi saraf mata dlsbnya.
Karena dari pasien eksekutif , maka pemeriksaannya lebih dapat prioritas. Dari kamar periksa ibu langsung diantar ke ruangan pemeriksaan lainnya untk diphoto pupil matanya, dan langsung dengan melewati pasien2 lain ibu dibawa kedalam, Setelah selesai, ibu dijemput perawat lagi, lalu dengan hasil diagnosa dibawa lagi ke dokter ucok Terus setelah melihat hasilnya, ibu diperiksa lagi matanya.
“Bu periksa lagi yah” kata dokter ucok.
Setelah dilihat matanya, dokternya langsung nanya sama suster :
“Suater Dr Nano masih ada ?”
“Masih Dokter”
“Ibu harus ked dr Nano dulu yah, ini di retinanya ada pendarahan, ini akibat dari diabetnya.” Lemes ibu dengernya tapi memang harus diobati
“Ya Dokter” kata ibu. Ibu sudah pasrah saja karena takut gak bisa lihat.
Laser…laseeerrrr
Terus ibu dianter ke Dr.Nano , ketika diperiksa
“Ini harus di laser matanya, karena sudah pendarahan, dua2nya”
“Kapan Dok “
“Secepatnya saja, paling yang kanan 15 menit terus yang kiri juga sama.
Ibu pikir daripada bolak balik mending sekarang saja sekalian.
“Kalau bisa sekarang, sekarang saja Dok”
“Sekarang bisa jam 12,00 saja, karena kalau jam satu saya ada operasi”
Terus ibu disuruh nunggu sebentar lalu dibawa ke lantai 5 diantar bapak dan fathi, masuk ruangan laser, bapak disuruh tandatangan dulu persetujuan operasi, bapak keluar mau makan katanya, ibu masuk ruangan, waktu ibu lagi nunggu dating dr Nano Revarano.
“Ayo bu duduk disini, gak papa sendirian,? bapaknya kemana ?” kata Dokter Revarano
“ Gak apa apa Dokter, suami saya lagi makan “ kata ibu
Lalu ibu duduk dikursi depan alat laser,matanya yang dilaser yang sebelah kanan dulu, jadi mata yang kiri ditutup. Mata kanan dibuka lebar melihat kuping dokter, terus kemudian ada lampu kecil yang terang, terus kornea matanya dipasang contact lens, gak terasa apa2 cuman “cleb” ……. Terasa dingin, lalu ada lampu2 terang yang seperti ditembakkan ke mata “ziiiing” “ziiing” seputar retina, ada yang ngilunya, senut senut….15 menit selesai yang kanan.
“Ya sudah selesai” kata dokter “ sekarang yang kiri”
Begitu dicopot, gelaaaap banget , terasa pusiiiing begitu.
Sekarang mata yang kiri, sesudah dipasang contact lens , lalu dilaser dan ternyata yang sebelah kiri lebih banyak ngilunya, ngilunya itu terasanya daleeeeeeeem banget, tapi ternyata yang sebelah kiri lebih sedikit dibandingkan dengan sebelah kanan, jadi Cuma 10 menit sudah selesai.
“Sudah selesai” kata Dokter
Alhamdulillahhirobillalamin.
Terus ibu dikasih resep dan pusiiiiiing banget dan gelap begitu, ibu dituntun suster keluar, diluar ada fathi dan bapak lagi nunggu. Terus keruang esekutif lagi buat bayar biayanya Rp. 5.650.000,-
1 Minggu kemudian ibu control lagi dan hasilnya bagus.
Dokter ahli gula / diabet.
Tanggal 21 maret ibu baru ke Dokter ahli gula/diabet yaitu Dr.Olly di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi.
Setelah ketemu dokter, ibu disarankan dirawat untuk pengobatan selanjutnya, ibu sudah pasrah, pokoknya ibu niatnya pengen sembuh dan harus bebenah diri.
Tanggal 22 maret, pas ulang tahun Tiya, ibu masuk ruang rawat inap Mitra Bekasi, ibu dating berdua bapak, daftar dulu dpat kamar di ruang 513 VIP, ibu masuk dantar bapak,
Sebelum ke ruangan ibu diperiksa darah dulu, darah puasa dan sesudah puasa, cholesterol,trigelserid, dan HBA1C, terus dapat kupon makan di kantin roti 2 lapis ,mentega, telor dan susu,air putih. Nunggu 2 jam kemudian diperiksa lagi
“mau pakai kursi roda bu” kata petugas RS .
“gak usah” kata ibu.
Ters masuk ruangan, terus dating susternya, pasang gelang warna biru untuk menandakan ibu tidak punya alergi. Terus dipasang infuse dulu, periksa jantung, terus pertamakalinya ibu disuntik insulin ditangan saja dulu warnanya hijau dan oranye.
Jam 10, untuk pemeriksaan gula darah yang kedua, diambilnya dikamar. Hasilnya katanya GD puasa 320 dan Gds kedua 310. Terus ibu makan siang ,sebelumnya diambil darah lalu disuntik insulin, 2 jam kemudian diambil darahnya hasilnya 154.
Dokter Olly dating, katanya hasil ginjalnya gak masalah yang masalah Trigleseridnya 700,HBA 1c nya 12, sudah tinggi sekali sedangkan normalnya 7, terus ada inpeksi di saluran kencing, jadi harus dikasih antibiotik.
Jam 12 00 Tiya sama anak2 datang juga maya sama aisyah , bawa kue ulang tahunnya Tiya juga nasi kuning, semua makan di kamar, coklat bertebaran dimana-mana, tapi seneng juga.
Makan siang dari RS, nasi keras, ayam goring, sayur sop,pisang, sate kentang. Sesudah makan diambil darah lagi.
Makan malam, ambil darah dulu, nasi keras, ayam goring, soto ayam, tumis brokoli, papaya. 2 jam kemudian diambil darah lagi. Hasil GDS 254.
Waktu tidur malam kepala sakiiit banget, sampai gak bias tidur, suster dating lalu dikasih obat.
23 maret, makan pagi bubur ayam ceritanya, air the segelas besar , dimakan setelah sebelumnya diambil GDS dan dimbil darah lagi setelah 2 jam makan.
Sebelum makan siang di roentgen dulu, pakai kursi roda kebawah kelantai satu.
Pagi2 bapak pulang dulu katanya mau mandi dang anti baju. Terus Caca sama Maya dating dan ternyata maya sakit mata setelah fathi dan caca kena.
Jam 11 siang Dr.Olly datang katanya ,
“Ibu ternyata ibu tadinya mau perawatan gula untuk operasi katarak, tapi ternyata sekarang harus betul2 berobat karena dari hasil roentgen ternyata gula ibu telah menyerang paru2 dan saluran kemih, dari hasil roentgen paru2 ibu ada seperti sarang tawon, jadi ibu8 harus diberi antibiotic lagi selama 3 hari dari sekarang…. Gubraakkkkk.
Tapi ini tidak menjadi beban, ibu nikmati saja, sepertinya Allah SWT telah memberikan peringatan2 bahwa ibu terlalu santai dan acuh terhadap penyakit gula ibu.
Tapi alhamdulillah penyakitnya belum terlalu berlanjut sudah ketahuan, mudah2an bias sembuh lagi, sehat lagi,kata ibu :
“Pak kalau gak bisa ditangani ibu mau berobat ke singapur saja yah”
“Iyaaah” kata bapak
“ikuuuut” kata Tiya.
Hehehehehe………..
Makan siangnya, rutin diambil darah dulu, suntik insulin, dan menunya, ayam kuluyuk, sapo tahu, tumis labu, botok daun singkong, nasi dan pisang.
Biboy, sudah buka2 tempat nasi, lapar kelihatannya, begitu ibu makan dia ikutan makan, nyobain ayamnya lalu sapo tahunya eeehh abiss, kasihan dia masih mau makan, lalu Biboy sama fildzah diajak bapak makan di kantin.
Jam 13.00 anak2 semua pulang diantar bapak, tinggal Tiya nemenin ibu.
Jam 14.00 GDS nya 65 , jam 16.00 bapak dating, tiya pulang , dan ibu dapat snack buah sama the panas.
Jam 17.00 , makan malam sudah dating, nasi, telor dadar yang dicetak bulat2, tumis labu siam dan ayam goring,sayur kacang merah dan buncis..lumayan.. Ibu makan pake kerupuk (bapak yang beli di kantin) hahahaha..abis makannya gak selera.
2 jam setelah makan GDSnya 240 ..
24 maret, jam 4 pagi terbangun, ke kamar mandi begitu angkat infusan eh ternyata sudah kosong…bapak lalu ke ruang suater
“Suster, itu istri saya infusnya kosong”
Suster lari2 ke kamar “Tadi diperiksa masih ada kok” tapi kenyataannya kan kosong. Ters infusannya diganti, darahnya sudah mulai keluar dari pipetnya.
Bapak sholat subuh ke mesjid yang dibelakang RS, imamnya enakeun kata bapak, setelah sholat subuh, ibu sarapannya bihun kuah …. Ya Allah bihunnya gak enak sama sekali….
2 jam kemudian diperiksa GDS lagi kalau hasilnya lebih dari 160 maka harus di insulin lagi tapi ternyata hasilnya kurang dari 160..jadi tidak disuntik insulin.
Jam 11 Dr.Olly dating, katanya sabtu pulang karena ada antibiotic yng masih harus diberikan, okeh okeh saja, nanti kalau pulang sambil bawa surat pengantar buat ke JEC untuk operasi katarak.
Yang nengokin ibu.
Sebelum makan siang ada Hary dan Nia nengokin dari bandung, pake travel …..bawa ikan mas balita dan dendeng sapi, enak banget..bapak juga suka.
Terus ada gurunya Fathi nengokin bawa buah, sama kepala sekolahnya dan guru wali kelasnya, ibu didoakan cepat sembuh amiiiin, trimakasih pak guru sudah nyempetin datang.
Ada tetangga juga pak Syaiful nengokin, kebetulan istrinya melahirkan di MK juga tetanggaan kamarnya.
Makan siangnya, sayur buncis pake jagung,perkedel tahu,tahu semur dan 3 potong chiken wing, kentang pure…lagi lagi gak enaaaakk banget..untung masih ada kerupuk..Anak2 dan cucu2 datang, ramee sekali pada liat baby show orang lain… seneng kumpul bocah..
Makan siang buat mereka, dibeliin ayam bakar sogo, tapi makannya dirumah saja abis riweuh sekali. Hary dan nia juga nunggu dirumah saja karena mau pulangnya jam 5 sore, tiya nunggu ibu karena bapak juga pulang.
25 maret, rutin ambil darah, suntik insulin 2 macam ..makan pagi ceritanya nasi goring gak pake apa2 ibu tambahin saja pake kecimpring ditambah pisang sepotong
Jam 11.00 Dokter dating, dan tiba2 ngomong:
“Ibu boleh pulang hari ini yah,nanti hari selasa control”
Alhamdulillahhirobilalamin. Tapi bapak jum’atan dulu jadi pulangnya agak siang, gak apa2 yang penting bias pulang,dan infusnya dibuka.
Jam 13.30 ibu pulang sambil bawa obat banyak sekali diantaranya insulin buat satu bulan, untung sekali biaya perawatannya ditanggung Asuransi Rp.13.650.000,- trims yah. Obat ibu diantaranya ada Galvus, terutama insulin tetap harus disuntik sehari tiga kali sebelum makan, diantaranya Levemir 40 cc setiap pagi dan NovoRapid 10 cc setiap pagi, siang dan malam sebelum makan. Caranya pake insulin disuntik sendiri melalui perut, atau tangan atau paha. Kalau ibu lebih suka diperut, daerah suntikannya adalah 3 jari dari pusar.
Setelah dirumah, ibu jadi terobsesi periksa darah terus, pagi suntik, siang suntik malam suntik sebelum makan … atuh jari tangan sudah raca… lamun bias dilihat mungkin sudah karancang bekas jarum suntik.
Apa sih katarak itu ?
Proses penuaan merupakan fenomena manusia yang tidak dapat dihindari. Pada proses penuaan sering terjadi gangguan pada tajam penglihatan kita. Lensa mata kita menjadi keruh sehingga sinar yang masuk menjadi bias dan sulit mengenai retina. Hal inilah yang dinamakan Katarak. Bila tidak segera mendapatkan penanganan medis, Katarak dapat menimbulkan kebutaan.
Namun dewasa ini, Katarak tidak lagi merupakan sesuatu yang perlu dikuatirkan. Pengobatan Katarak saat ini telah menggunakan teknologi mutakhir yang mana operasi dilakukan hanya dengan anestesi tetes dan melakukan sayatan minimal pada kornea, yaitu PHACOEMULSIFICATION (Fakoemulsifikasi).
Katarak dapat diatasi dengan operasi yaitu pengambilan lensa keruh. Ada beberapa teknik operasi yang dilakukan di Rumah Sakit, yaitu: Operasi dengan irisan luas dengan jahitan konvensional dan dengan irisan kecil tanpa jahitan lensa dikeluarkan dengan alat Phaceomulsifikasi (small incision surgery).
Pemilihan teknik operasi ini tergantung kekerasan lensa mata. Setelah lensa katarak diambil, penderita hanya dapat menghitung jari pada jarak 1 meter, kecuali penderita diganti lensanya.
Penggantian lensa ada dua cara yaitu:
• Penderita setelah dioperasi diberi kacamata atau lensa kontak positif kurang lebih 10 dioptri.
• Penderita dipasang lensa tanam bersamaan waktu dilakukan operasi, keuntungannya adalah penderita setelah operasi penderita langsung dapat melihat jelas, tidak perlu memakai kacamata sangat tebal, lapang pandang penderita tetap luas dan distorsi sinar dapat dihilangkan.
Jadi memang ibu harus dioperasi ……………huuuuuu, tapi harus dan harus dihadapi
26 april 2011, hari selasa.
Ibu jadi dioperasi katarak di Jakarta Eye Center Menteng, oleh Dr Ucok Parlindungan.
Rencana operasi pukul 13.00 wib, jadi pukul 12 .00 sudah harus masuk recovery room,karena mau dicover asuransi maka ibu harus rawat inap sesuai dengan peraturannya.
Dari rumah, ibu pergi dengan diantar bapak , kurang lebih jam 9.30 , perasaan masih kacau balau karena pagi2 diperiksa darah 145 GD dan ketika mau pergi menjadi 262 .Jadi ibu sudah tidak berani makan apa2 alatnya lupa gak dibawa, bapak sudah uring2an ,disepanjang jalan kita nyari laboratorium tapi gak nemu..
Jam 11.00 sampai di JEC ,langsung nanyain laboratorium, ke lantai 3, disitu katanya gula darah sewaktu hasilnya 25 menit dan darahnya diambil dari nadi…. Ibu gak mau, terus katanya di lantai 2 saja diruang rawat inap bisa dengan alat yang biasa. Bapak dan ibu langsung ke lantai 2 ruang rawat inap, sampai dilantai 2 ada resepsionis khusus untuk rawat ianap.
“Mau periksa darah sewaktu bisa disini ?”
“Bisa pak” kata perawatnya, terus ibu diperiksa hasilnya alhamdulillah 162 , tadinya sudah stress.
“ Pak ini kan ruang rawat inap coba tanyain dulu barangkali disini perawatannya “ kata ibu
Ketika bapak tanya ternyata, bener jadi ibu langsung masuk kelas satu ruang Kenanga ,satu kamar berdua tapi kebetulan kamarnya kosong jadi ibu sendirian. Ternyata sudah ada nama ibu di papan pasiennya, karena waktu malamnya bapak sudah daftar . .
Sebelumnya ,ibu sudah daftar 1 minggu sebelum dioperasi, dan ibu diberi peraturan untuk persiapannya diantaranya, :
1. Sebelumnya muka harus dicuci bersih, dan dikeramas dahulu.
2. Disarankan jangan pakai perhiasan memakaiu perhiasan atau barang berharga lainnya
3. Pasien harus ditemani seorang pengantar.
4. Operasi akan berlangsung selama ½ - 1 jam.
5. Pasien dengan anastesi local,setelah operasi selesai,akan diistirahatkan beberapa saat diruang recovery dan akan diizinkzn pulang.
Sebelum operasi, khusus mata yang mau dioperasi 3 hari sebelumnya harus ditetesi dengan obat tetes dari dokter.
Jam 12.00 ibu sudah dijemput untuk diantar ke ruang operasi, ibu sholat dulu lalu disuntik insulin dulu terus makan sedikit, dikamar perawat sudah netesin mata kiri ibu, setelah itu diantar keruang operasi dilantai 5. Perawat nanyain “Bu mau pakai kursi roda ?” Ibu gak mau, mending jalan saja.
Setelah sampai dilantai 5 , ibu langsung kebagian penerimaan, terus ganti baju dulu, baju ibu disimpan di locker, ibu pakai baju operasi warnanya merah muda, setelah diterima di bagian penerimaan, rambut gak boleh diikat, diberi topi plastic biru.. terus masuk di ruang recovery pakai sepatu crock warna biru tadinya ibu mau bilang “Kerjasama nih sama crocks ?” tapi lihat perawatnya serem jadi gak jadi.
. Bapak nunggu diruang tunggu, begitu masuk semua perhiasan dicopot dulu, jam tangan, tas semua dipegang bapak.

Ruang Recovery
Diruang recovery, sudah tersedia kursi2 untuk yang mau dioperasi ada kira2 15 kursi kulit seperti kursi pesawat terbang, pasien yang mau dioperasi katarak disuruh duduk disitu, lalu mata yang mau dioperasinya ditutup perban setelah sebelumnya diolesi betadine untuk disterilkan.
Ruang operasinya ada 4 ruangan, ditengahnya ada meja untuk pertemuan para dokter, ada 4 tempat tidur untuk pasien yang mau dioperasi,
Kemudian pasien ditetesi obat mata untuk pembiusan setiap 10 menit sekali selama 1 jam oleh perawat2 disitu, ibu lihat dari semua yang mau dioperasi baik wanita maupun laki2 kurang lebih 10 orang, rata2 yang mau dioperasinya adalah mata kanan, cuman ibu sendirian yang mata kiri.
Setelah ditetesi terus kurang lebih 1 jam, sampai pupil matanya terbuka, dan ternyata obat tetes mata berfungsi sebagai obat bius ,karena diruang operasi kita tidak dibius lagi.
Karena dingin, pasien bulak balik ke kamr kecil , dan ditawari minum kalau haus sekali, untuk katarak pasien tidak usah puasa dulu.
Bissmillahinirochmannirochim.
Jam 13.30 , ibu dipanggil ke ruang operasi, diantar perawat, diruang operasi sudah ada Dr, Ucok , ibu langsung didudukan dikursi setelah disetel langsung kursinya jadi tempat tidur, lalu mata kanan ditutup , kata suster ,
“Maaf ya bu ,saya pasaang plastik di mata kiri” lalu langsung krep mata kirinya terbuka gak bisa kedip lagi.
Terus ada suster yang bacain data ibu , maksudnya bacain data2 ibu mungkin supaya gak salah operasi
“Dokter, pasien nama yayah ruyatnasih, usia 62 tahun, akan dioperasi katarak untuk mata sebelah kiri”
sudah begitu langsung Dr Ucok , duduknya dekat kepala ibu sebelah kiri, dibantu perawat seorang,
“Maaf ya mak” kata dokter,
Gubraaak deh .mak-nya kembali lagi , selama operasi dokternya sambil ngobrol dengan perawat, mungkin supaya tidak tegang.
“Sudah lengket nih “
“agak susah nih, ‘
“sedikit lagi”
“orangnya baik sekali nih”
Setelah beberapa saat, kelihatannya operasinya selesai,
“sudah selesai, tinggal pakai implannya”
Terus sepertinya dikasih air, ada yg ngilu sedikit sebelah sudut kiri.
“selesai bu”
Alhamdulillahhirobillalamin akhirnya selesai juga ketegangan telah berakhir , ya Allah, mudah2an hasilnya baik, tidak ada apa2.
Dari ruang operasi ibu, diantar keruang recovery, disuruh duduk dulu sambil ditetesi setiap 15 menit sekali, ibu menggigil banget , gemeteran aduuuuh gak kuat banget, gak tahu kedinginan atau karena disuntik insulin, memeng belum makan dari setelah disuntik itu. Untung ada bapak yang lagi tengak tengok ibu suruh bapak masuk, dia bawa roti sandwich yg beli di kantin, ibu makan sedikit saja,
Setelah kurang lebih satu jam, ibu dipersilahkan untuk keruang rawat lagi , matanya tidak ditutup , dibiarkan biasa saja, dan alhamdulillah bulu mata dan alisnya tidak dicukur.
Ibu keluar dari ruang recovery, sudah ada perawat yang dating, bawa kursi roda lagi, iih maluu banget, masih pakai baju operasi dibawake lantai 2 lagil
Sampai diruangan ibu ganti baju , makan sedikit karena lemes banget terus sudah selesai pembayaran lalu pulang.
Alhamdulillah dibayarin Asuransi , biayanya habis Rp.9.850.000,- ….
Pulangnya diberi beberapa petunjuk dari rumah sakit diantaranya :
1. Mata yang dioperasi tidak boleh kena air selama 3 hari
2. Boleh melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa.
3. Mata yang sudah dioperasi tidak boleh kena benturan,terpukul dan jangan digosok-gosok.
4. Mata yang dioperasi harus kena pelindung (dop) pada waktu tidur selama 1 minggu, setelah operasi termasuk tidur siang,
5. hindari daerah berdebu dan hewan peliharaan selama 2 minggu.
Terus ibu harus control besoknya, dan kemudian 1 minggu setelah operasi.
Setelah control 1 minggu ibu harus control 2 minggu kemudian ke Dr. Revarano untuk melihat retina ibu apa ada peradangan atau tidak ternyata bagus kata dokter, dan setelah dikembalikan lagi ke dokter Ucok, bagus juga katanya , lalu ibu bikin janji untuk operasi selanjutnya dengan dokter Ucok yaitu tanggal 26 Mei untuk mata kanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan Favourit Keluarga

Terbongkarnya Rahasia

Yang Tidak Dilupakan