" Melelahkan tapi menyenangkan"
Rencana perjalanan ke Bali
sudah direncanakan sebulan sebelumnya, oleh ibu2 grup pensiunan dari “Srikandi PKT”. Biaya perjalanan sebesar Rp.3.500 .000,-
(Tiga juta lima ratus ribu rupiah), sudah termasuk transport memakai pesawat Citilink dan hotel , makan selama 4 hari 3
malam.Jadwal keberangkatan adalah tanggal 11 sd 14 nopember . Perginya hari
senin subuh karena menghindari macet dan
pulangnya hari Kamis malam.
Dari awal pergi panitia sudah
menentukan dress code , peserta piknik yaitu baju putih pada hari pertama,
kotak2 hari kedua, full color hari ketiga dan bebas hari keempat.Membawa kado
yang dibungkus Koran, untuk tukaran kado dengan ibu2 lain. Peserta wisata
semuanya ibu2 berjumlah 15 orang dari Jakarta dan 2 orang dari Surabaya.
Hari pertama keberangkatan, ibu
diantar Bapak ke Bandara Sukarno Hatta, dari rumah jam 4.45 wib, karena pesawat
take off nya jam 7.30 dan bordingnya jam 6.30. Naik taksi blue bird , karena
lebih praktis.
Dari sebelum keberangkatan, ibu sudah
ragu2, karena GDM ibu, yang gak mau turun , ibu sudah ngobrol sama bu Iman ,
katanya:
“Nanti kutemenin,ikut saja, Bismillah”
kemudian ibu kontrol Dokter Olly dulu, ibu bilang mau ke Bali, katanya:
”Jangan pergi dulu Bu, ibu lagi sakit, GDM nya tinggi ,cholesterol juga tinggi,takut ada apa2”
terus dokter ngasih obat tambahan, Trajenta duo 850 mg dan dosis insulinnya ditambah. Tapi dengan :
“Bismillahhirohmannirochim”ibu pergi juga.
“Nanti kutemenin,ikut saja, Bismillah”
kemudian ibu kontrol Dokter Olly dulu, ibu bilang mau ke Bali, katanya:
”Jangan pergi dulu Bu, ibu lagi sakit, GDM nya tinggi ,cholesterol juga tinggi,takut ada apa2”
terus dokter ngasih obat tambahan, Trajenta duo 850 mg dan dosis insulinnya ditambah. Tapi dengan :
“Bismillahhirohmannirochim”ibu pergi juga.
Sebelum pergi Bapak , Alhamdulillah
ngasih bekal ibu lumayan, terus ibu juga ada uang,dan juga berbekal kartu ATM
Mandiri dan BNI juga kartu kredit Citibank, maka pergilah ibu dengan berbesar
hati. Bapak terus wanti2 jaga kesehatan, jangan lupa minum obat, suntik dsbnya.
Hari pertama
Ibu pergi dari rumah pukul 4.45 wib, sampai di bandara Suta
jam 6.00 pagi di terminal 1C, dan ketika sampai di cengkareng, ternyata sudah
ada ibu2 , dengan memakai dress code
putih. Ibu pun bergabung, ketua panitia bu Dewi sibuk menghubungi Ibu2 lainnya
yang belum datang . Ada yang masih naik bis ,”Aku masih di bis, baru nyampe
Pancoran” katanya , ada yang masih jauh
juga.Bermacam ibu2 dengan bermacam karakter.
Bagasi dibawa porter ,
Ketua panitia mengurus tiket, sambil menunggu ibu2 yg belum datang. Ibu2 yang
lain membagi konsumsi, pudding dan roti dan aqua di botol kecil.
Setelah semua peserta wisata kumpul , kemudian rombongan menuju ruang
tunggu menunggu boarding sambil sarapan roti. Jam 7.30 ,kita dipersilahkan
untuk masuk pesawat,dan semuanya kebagian di belakang pesawat. Hikmahnya waktu
turun bisa duluan melalui pintu belakang.Jam 8.30 wib atau jam 9.30 wita kita pun sampai di
Bali.
Di Bandara , kita disambut travel dari PKT , sesudah
mengambil bagasi masing2 , rombongan pun menuju bis wisata , yang disumbang
oleh PKT , yang bisa digunakan selama
kita di Bali. Terimakasih ya PKT . Begitu masuk bis sudah ada nasi kotak ,makan
siang, yang langsung dimakan oleh ibu2.
Dan mulailah perjalan wisata Bali ……………….. perjalanan
dimulai degan perkenalan Tour Guide, namanya Nyoman, dia akan mendampingi Ibu2
selama di Bali. Dari Bandara kita tidak
menuju hotel tapi langsung menuju tempat wisata. Tempat wisata yang pertama
adalah Pantai Pandawa, yang berjarak 2 jam dari Bandara.
PANTAI PANDAWA
Baru-baru ini, Bali membuka pantai baru, namanya
Pantai Pandawa. Terletak di desa Kutuh Kecamatan Kuta selatan , Kabupaten
Badung. Berjarak kurang lebih 3 km dari kawasan Wisata Nusa dua dan dan Pura
Uluwatu.
Semula Pantai Pandawa dikenal sebagai Secret Beach,
karena lokasinya tersembunyi di balik deretan perbukitan batu yang hanya ditumbuhi
semak-belukar. Secret Beach, menurut beberapa warga Desa Kutuh, sudah lama
dikenal. Sayang akses yang cukup sulit menuju lokasi, membuat pantai ini sepi
pengunjung. Meskipun ada, itu pun kebanyakan para peselancar asing dan domestik
yang berkunjung. Alhasil kini akses
menuju kesana semakin mudah untuk dilalui kendaraan.
Lalu, apa yang ditawarkan pantai
Pandawa hingga layak dikunjungi? Sejak memasuki kawasan wisata ini, mata kita
akan dibuat terbelalak oleh indahnya pemandangan tebing dipapas tegak, sebagian
berundak, di kanan-kiri jalan. Sekitar 1,5 km jalan menuju pantai ini dipagari
tebing-tebing kapur yang menjulang tinggi.
Jalan tersebut memang sengaja dibuat dengan membelah bukit-bukit kapur yang ada di Desa Kutuh, mirip bukit kapur yang dibelah di GWK. Mendekati pantai, tebing-tebing kapur tersebut dilubangi dan diukir dengan indah. Rencananya di tebing tersebut akan ditempatkan patung tokoh Pandawa Lima dalam Kisah Mahabharata yang terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.
Mata kita kembali dibuat terkagum saat memasuki area pantai Pandawa. Panorama begitu indah nan menawan. Pasir putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan, tipikal pantai-pantai di Kawasan Bukit. Suasana pantainya sepi dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena ombaknya pecah di tengah laut. Bermain pasir di Pantai Pandawa juga sangat menyenangkan, karena pasirnya sangat lembut. Karena letaknya berada di timur, kita pun bisamenikmati sunrise yang begitu cantik di pantai ini.
Jalan tersebut memang sengaja dibuat dengan membelah bukit-bukit kapur yang ada di Desa Kutuh, mirip bukit kapur yang dibelah di GWK. Mendekati pantai, tebing-tebing kapur tersebut dilubangi dan diukir dengan indah. Rencananya di tebing tersebut akan ditempatkan patung tokoh Pandawa Lima dalam Kisah Mahabharata yang terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.
Mata kita kembali dibuat terkagum saat memasuki area pantai Pandawa. Panorama begitu indah nan menawan. Pasir putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan, tipikal pantai-pantai di Kawasan Bukit. Suasana pantainya sepi dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena ombaknya pecah di tengah laut. Bermain pasir di Pantai Pandawa juga sangat menyenangkan, karena pasirnya sangat lembut. Karena letaknya berada di timur, kita pun bisamenikmati sunrise yang begitu cantik di pantai ini.
Ketika kita sampai di pantai,
udaranya sedang panas2nya, jadi ibu2 kebanyakan duduk2 saja. Ada yang duduk di
pantai dibawah paying, ada juga yang cari tempat teduh di dekat toko2
cenderamata. Berphoto ria, untuk kenang2an, karena ada patung pandawa lima yang
berjajar di pintu masuk, dan ditepi pantai. Untuk membeli makanan kita
ragu,karena takut ada celengnya. Paling beli minuman es kelapa muda atau aqua.Setelah
merasa cukup di pantai pandawa, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Dreamland.
Pantai Dreamland
Pantai Dreamland adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak
di sebelah selatan Bali di daerah bernama Pecatu. Pantai Dreamland dikelilingi
oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan dikelilingi batu karang yang
lumayan besar di sekitar pantai. Lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali
Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yaitu sekitar 30 menit dari pantai Kuta.
Pantai Dreamland sendiri hampir mirip
dengan pantai Kuta. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi
pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Lokasi berpasir putih
bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk
menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar.
Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar
air (surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan
semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.
Asal usul nama Dreamland dikarenakan
dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata.
Namun proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk desa
Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan
mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan
disekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian).[1]
Pelataran pantai indah ini semula hanya
titik kecil dari areal 900 hektar milik PT Bali Pecatu Graha (BPG) yang sempat
heboh di tahun 1996. Lahan seluas itu diborong untuk disulap menjadi resor
superluks "Resor Pecatu Indah".
Konon resor itu akan dipadukan dengan
kawasan wisata, seraya memanfaatkan keindahan dan keaslian alam, sekaligus
pelestarian lingkungan hidup. Pemilik resor tersebut, Tommy Soeharto, anak
mantan Presiden Soeharto, hendak membuat "lingkungan permukiman dan wisata
paling unik di seluruhAsia Tenggara".
Sholat dhuhur dan ashar , dilakukan di mesjid yang ada di
Dreamland, mesjidnya bagus, besar, terbuka tanpa dinding dan pintu, jadi waktu
kita sholat anginnya berhembus jadi tidak panas.Dari Dreamland kita menuju
GWK (Garuda Wisnu Kencana).
GARUDA WISNU KENCANA Taman budaya GWK adalah sebuah taman wisata
di bagian selatan pulau bali. Taman wisata ini terletak di Tanjung Nusa Dua,
Kabupaten Badung kira2 40 km dari sebelah selatan Denpasar.
GWK yang merupakan milik Swasta ini mempunyai beberapa
tempat rekreasi di antaranya:
WISNU PLAZA, adalah tanah tertinggi di daerah GWK dimana
tempat kita sementara merupakan bagian paling penting dari patung Garuda Wisnu
Kencana patung Wisnu.
Pada waktu tertentu hari, akan ada beberapa kinerja
tradisional Bali dengan megah patung Wisnu sebagai latar belakang. Karena
lokasinya yang tinggi, Kita dapat melihat panorama sekitarnya. Patung Wisnu,
sebagai titik pusat dari Wisnu Plaza, dikelilingi oleh air mancur dan air sumur
di dekatnya suci yang katanya tidak pernah kering bahkan pada musim kemarau.
Parahyangan Somaka Giri ditempatkan di sebelah patung Wisnu.
Ini tempat air berada, yang secara historis telah dipercaya oleh rakyat di
daerah tersebut sebagai berkat dengan kekuatan magis yang kuat untuk
menyembuhkan penyakitnya dan meminta para dewa hujan selama musim kemarau.
Karena lokasinya di tanah tinggi (di atas bukit), fenomena alam ini dianggap
orang suci dan lokal diyakini itu menjadi air suci.
STREET THEATER , adalah titik awal dan akhir kunjungan ke
Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Di sini kita dapat menemukan banyak toko dan
restoran di satu tempat dan dimana semua perayaan terjadi. Kita bisa
mendapatkan souvenir Bali dan merchandise GWK khususnya di GWK
Souvenir Shop dan Bali Art Market. Kita bahkan dapat menemukan spa
Bali dan produk aromaterapi di toko ini. Pada beberapa kali sehari, kita dapat
menikmati belanja dan makan sambil ditemani kinerja Bali khususnya seperti barong, rindik dan parade.
LOTUS POUND , adalah area outdoor terbesar di Garuda
Wisnu Kencana (GWK) dan Taman Budaya, di
Bali. Dengan demikian, Lotus Pond adalah tempat yang tepat dan hanya
untuk mengadakan acara outdoor skala besar. Selama bertahun-tahun, GWK
telah dipercaya untuk skala besar diadakan, baik nasional maupun internasional,
acara di Lotus Pond seperti konser musik, pertemuan internasional,
partai besar. Lotus Pond adalah tempat yang unik dengan pilar batu kapur
di sisi dan patung megah Garuda di latar belakang.
Indraloka garden .
adalah salah satu tempat paling favorit di Garuda Wisnu Kencana untuk
mengadakan pesta kecil menengah, pengumpulan dan upacara pernikahan. Kita bisa
melihat pemandangan Bali dari atas Indraloka Garden
Amphitheatre adalah tempat di luar ruangan untuk pertunjukan
khusus dengan akustik yang dirancang dengan baik. Setiap sore kita bisa
menonton tari
Kecak
yang terkenal dan gratis Bahkan Tari Kecak ini dapat dikolaborasikan dengan
tarian daerah lainnya.
Tirta Agung adalah ruang luar yang sempurna untuk acara
menengah. Kita juga dapat mengunjungi patung Tangan Wisnu, bagian dari patung
Garuda Wisnu Kencana yang terletak di dekatnya.
Di GWK , tangga menuju keatasnya terdiri dari 149 buah,
sebagian ibu2 tidak ikut naik, tapi duduk2 dibawah pohon, nonton tari bali dan
barongnya, berphoto ria sebagai penari bali, ada juga yang melukis kuku.
Semuanya gratis kecuali kalau mau minum kelapa muda, cendol, es campur itu baru
bayar. Ada juga yang sudah belanja oleh2, ada dompet, topi, mukena bali dan
sebagainya.Setelah dari GWK, kita berenti dulu di Krisna toko oleh terbesar di
Bali, disini ibu2 pada beli daster, oleh2 kaos2 Bali, bros perak.
Dari GWK, bis berjalan lagi menuju tempat makan malam , yang
rencananya di Rumah Makan Pondok Kuring , dan dijamu oleh Kantor Pemasaran PKT.
Untuk mencari restorannya bis berkeliling sampai 3 putaran karena supirnya
belum hapal restourantnya.
Akhirnya setelah berputar-putar sampai juga di rumah makan
tersebut, di sana ternyata kita sudah ditungguin staf pemasaran PKT , Bali.
Makanannya lumayan enak, ada ikan bakar, ayam taliwang, pelecing kangkung ,
bakwan jagung , pepes tahu ,tempe mendoan. Minumnya dawet atau cincau dan teh
panas. Disini bergabung lagi satu ibu yang berdomisili di Bali.Setelah selesai
makan malam , maka perjalanan dilanjutkan menuju hotel/motel di Uluwatu.
HOTEL/MOTEL “ EYES “ ULUWATU.
Kata Nyoman (guide tour) perjalanan akan ditempuh dalam 2 jam,
terletak di uluwatu, posisinya jauh kemana-mana, ke pom bensin juga jauh, gak
bisa beli makanan katanya, lewatnya juga ke hutan. Ibu2 sudah kecapaian kelihatannya,pasrah saja apapun
yang terjadi. Kita sudah penuh keringat, rambut basah yang penting cepat sampai
dan mandi, ganti baju.
Perjalanan ke uluwatu, lewat Tol baru, yang melewati dan
membelah laut, pemandangan sebelah kiri adalah hutan mangrove dank arena malam
hari maka ditengah laut hanya kelihatan lampu2. Di jalan Tol ini bisa dilalui
juyga olh motor , jalannya dipisahkan dengan jalan untuk mobil. Untuk masuk tol
ini dikenakan biaya Rp 10.000,-.
Setelah melewati jalan yang berliku2 , pohon2 dan berjalan
dikegelapan, sampailah di hotel tempat kita menginap. Tempatnya jauh kemana2
, pemandangan kedepannya adalah laut
dikejauhan. Ketika menuju kekamar, dari bawah, kita melewati tangga2 yang
lumayah curam, tanpa pegangan. Ibu sekamar dengan bu Iman dan bu Anwar , dapat
di kamar depan, menghadap ke kolam renang. Kamarnya cumin untuk 1 double bad, ditambah
1 extra bad, atapnya rumbia, tanpa eternit.
Ketika kita sudah mandi ,
dan berdaster ria, tidurlah semuanya. Kira2 jam 12.00 tiba2 terdengar
bunyi tokeeek…tokeeeeek…….tokeeeek… Ya Allah serem bangeeet, sampai gak bisa
tidur, selang brp jam kemudian terdengar
lagi, ya sampai subuh masih juga tokek itu berbunyi.
Kebetulan bu Anwar tidurnya di extra bed , dan si tokek
perasaannya ada di rumbia tersebut. Takutnya jatuh dan nempel di badan.
Hari kedua, pagi2Dewi sudah teriak2 “ Banguun woyyy
banguuuun “ ayo berenang “ dan yang
pertamakali masuk kolam renang adalah bu Sisil , rada siangan muncul ibu2 yang
lain, mereka pada berenang, dengan kostum masing2 dan kehebohannya yang memecah
suasana pagi di uluwatu.
Setelah mandi , kemudian makan pagi dengan nasi goreng,
telur dadar, kerupuk goreng tahu, dan buah2an. Setelah sebelumnya minum teh
jahe dan kopi.
Jam 9.30 , kita sudah siap untuk pergi lagi, dan bis pun
sudah menunggu. Dengan seragam kotak2 , dengan membaca “Bismillahhirochmannirochim
“ dan berdoa bersama, kita pun berangkat menuju Taman Sapari Bali.
Lumayan jauh , setelah sampai disana Dewi ngurusin tiket
masuk , setelah selesai kita dikasih gelang sebagai tanda masuk, terus kita
naikmobil taman sapari, untuk berkeliling. Baru bisnya berjalan sebentar, di
stasiun berikutnya kita sudah turun,kebetulan ada sepasang suami istri muda yg
lagi bulan madu, abis deh mereka dikerjain ibu2, ibu2 yang ramah,kocak, senang
bersenda gurau dengan teriakan khasny yang dipimpin ibu Ida Listiawan “ Eeeeeeeee aaaaaa “bergema keseluruh bis.
Di perhentian
berikutnya kita turun, karena ada pertunjukkan binatang, berjalan kurang lebih 200 meter, melewati
toko2 cenderamata, sampai ke arena pertunjukan, disitu ada pertunjukan burung
“Parot” atau kaka tua yang berwarna warni, ular pithon, orang utan,kucing ,
anjing dan sebagainya. Setelah selesai
pulangnya lewat arena tersebut ,lagi memutar ke patung gajah terus turun
menuju stasiun berikutnya . Capeeeeek tapi sehat , ketawa sepanjang jalan. Senang
sekali, bersama ibu2 yang penuh perhatian, sabar, senang bergurau jadi tidak
terasa capeknya.
Dari stasiun mobil sapari ini,kita naik lagi mobil
berikutnya, dan dibawa keliling melihat binatang2 yag ada di Taman Sapari
tersebut. Diantaranya kuda nil yang lagi rendeman, jerapah2 yang kelihatannya
kecil dibanding yg di bogor, orang utan, burung hantu, zebra dan
sebagainya.Setelah selesai , kita berhenti di stasiun yang tadi naik, terus
berjalan lagi balik ke stasiun semula , naik mobil sapari lagi,kembali ke
tempat beli tiket tadi.
Dari Taman Sapari , kita menuju makan siang yaitu di rumah
makan “Bebek Tepi Sawah” rumah makannya lumayan besar, bersih ada musholanya ,
penyajiannya cepat , ramah dan makanannya lumayan enak. Makanannya adalah bebek
goreng yang digoreng garing banget dengan sambel2nya , dan kangkung
pelecingnya. Minumannya adalah es kelapa muda tanpa gula ( untuk ibu ). Kalau gak salah , tempat
makan ini kalo gak salah yang dipakai waktu pemilihan Miss World 2013. Setelah
sholat lohor dan ashar yang dijama, kita melanjutkan perjalanan .
Menuju Joger, disini ibu2 belanja kaos, tas2, pernak pernik,
pokonya belanja oleh2, mumpung ada kesempatan belanja oleh2 Bali. Di Joger
kelihatannya barang2nya lebih bagus disbanding di tempat lain. Hanya diberi
waktu 1 jam, kemudian perjalanan dilanjutkan kembali.
Ketika menunggu ibu2 yang lain, ibu sudah duduk di bis,
kebetulan ibu Wawan sudah duduk duluan, ketika ambil barang jatuh dibawah
kursi, eehh ada kacamata. “Ini punya siapa “ katanya. Otomatis semuanya yang
pernah duduk disitu, melihat takut kacamata punya kita. Oh bukan , tapi ibu
sempat ragu, tapi oh beda, datang bu Anwar dicobainlah kacamata tersebut, dan
ketika lagi dicoba, datang si kernet bis,”Bu itu kacamatanya Belli Nyoman” wah
satu bis ketawa semua, eeeeeeeaaaa eeeeeeaaaa, katanya, maksudnya bukan ngolok2
tapi lucu kok kacamatanya si Nyoman, bukannya dari tadi.
Sambil lewat kita ke
celuk dulu lihat perhiasan perak , tapi gak ada yang beli kecuali bu Wawan beli
cincin perak, dari situ kita ke Sukowati, ibu2 pada beli mukena bali, sayangnya
turunnya terlalu jauh dari pasar, jadi jalannya jauh dan panas. Di Sukowati,
ibu beli mukena Bali yang lukis, lumayan bahannya gak panas, beli daster
panjang juga. Bu Iman dapat giwang
mutiara pesanannya bu Dedi. Setelah ibu2 kumpul, kemudian bis berangkat lagi
menuju motel di uluwatu, bis berenti dulu di Toko Kueh Cening, untuk pesan pai
susu, setelah pesanan ditulis kemudian bis berangkat menuju uluwatu.
Setelah istirahat dan mandi, dengan ber daster bunga khas
Bali, kita kumpul makan malam dipinggir kolam renang. Sambil tukeran kado. Makan malamnya ikan bakar, goreng ayam, sate
ayam, sate ikan, kangkung pelecing .kurupuk, buah2an. Lumayan enak masakannya
yang masak adalah chef yang di motel tersebut. Setelah makan malam ,kita kumpul
ngobrol kemudian sharing becandaan dan tukeran kado. Sambil nyanyi lagu
“Kemesraan” kita bertukar kado, semua mengesankan penuh canda, penuh tawa,
penuh sindiran tidak ada yang tersinggung tidak ada yang marah, semuanya aman
terkendali . He..he..he…
Selesai makan malam, kita masuk kamar , siap2 untuk tidur ,
setelah beberapa waktu di kamar, tiba2 terdengar suara tokek…tokek…tokek…. Ampuuun deh pasti
semalaman lagi tuh dia berbunyi, kata bu Anwar “Aku mau pindah saja, takut tokeknya
jatuh waktu aku lagi tidur” kata bu Iman “Biar aku saja yang tidur dibawah,
biar bu Anwar diatas “ dan tukeranlan
mereka. Malam itu tidur rada nyenyak, karena si tokek tidak terdengar lagi.
Besoknya kita pesen sama penjaga motel, untuk tolong nangkap tokek.
Hari ketiga , pagi2
tumben ibu2 belum pada bangun, ibu bangun jam 5.00 langsung mandi , sholat
subuh, bu Anwar sudah lama bangun, bu Iman baru bangun karena gak bisa tidur.
Jam 7.30 ibu2 semua turun, sarapan nasi uduk dengan telor dan ayam goreng,
kerupuk, buah potong. Setelah sebelumnya disuguhi teh jahe dan kopi.
Selesai sarapan , bis datang , ibu2 pun beredar kembali,
hari ini kita menuju Bedugul , perjalanan agak jauh , sebelum sampai di tujuan
ditengah perjalanan Dewi membeli roti dulu dan kue2 kecil lainnya, juga minuman
untuk konsumsi di bis. Kemudian ketika melewati daerah tertentu, kita juga
jemput bu Putu, perjalanan dilanjutkan menuju Bedugul. Kira2 jam 12.00 kita
sampai di bedugul, dimana udara mendung dan hujan turun.
Di Bedugul karena hujan, kita gak bisa turun, jadi ibu2 diam
saja di bis, sambil makan siang sumbangan bu Agre, nasi kotak bebek tepi sawah.
Ketika mau sholat di Mesjid Kuning, ternyata mesjidnya bertangga karena
terletak diatas, tangganya tinggiiii sekali.
Jadi ibu2 tidak jadi sholat disitu , karena hujan, dan juga licin. Karena
hujan gak berhenti, perjalanan
diteruskan ke Tanah Lot
TANAH LOT
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang
mengembara dari Jawa. Ia
adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali
akan ajaran Hindu dan
membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot,
Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai
meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh
Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum
meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke
tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga
mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai
sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai
ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan
mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda
menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang
Nirartha.
Obyek wisata tanah lot[]
terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km
barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah Pura yang
terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura
dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal
sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset),
turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset
di sini.
Di Tanah Lot , begitu turun dari bis sudah terdapat kios2
cenderamata, berjejer rapi, jalan menuju pantai sudah bagus di cornblok rapi,
disebelah kiri dekat gerbang pura, ada tulisan istana ular, tapi boro2 ibu gak
kepingin lihat. Banyak turis berphoto pake ular sanca besar dililitkan dileher
. Walah takut bener2 takuuut sampai merinding.
Ibu2 sambil jalan berbelanja baju2 bordir , terus berphoto
ria ditepi pantai. Yang muda2 sudah duluan kepantai yang sepuh2 nunggu
istirahat dulu. Disini kita ketemu bu Nyoman yang di Bontang, dan lagi ada
acara di Bali. Senangnya ketemu teman lama. Setelah puas ambil2 photo panorama
tanah lot, kita kemudian cari mushola, kebetulan ada toko pakaian yang
menyediakan mushola, Alhamdulillah.
Selesai sholat, kita keluar toko, dan disitu ada ibu2 yang
lagi duduk minum es campur. Kata bu Yenny “ Heeey bu, sudah sholat belum
??” teriaknya dengan suara khasnya “Ayo
pada sholat” jawab ibu itu ( gak tega
nyebut namanya) “ Belum nanti saja dijama”
katanya. “Dijama opo wong sudah abis waktunya” Tapi tetap saja tidak sholat.
Sesudah sholat , kita berjalan lagi menuju bis, yang
parkirnya jauh, selama perjalanan ibu selalu dibantu ibu2 yang lain,
Terimakasih yah untuk semua ibu2, atas semua perhatiannya, sehingga saking
senangnya ibu tidak merasa lelah sama sekali. Terimakasih Dewi, bu Iman, Ida
yang sudah memijat, terimakasih ibu2 yang lain yang tidak bisa ibu sebutkan
satu persatu.
Dari Tanah Lot , sambil jalan kita menuju cening ayu, batik
bali reus ke Kuta ada ibu yang mau ambil bordiran. Di cerning kita turun,
kebetulan ada kaos2 untuk bapak2 , baju2 kecil untuk cucu , terus kita naik bis
lagi. Sesudah jalan kira2 200 meteran eh ada telpon , ternyata ada ibu2 yang
ketinggalan ,Ibu Sisil dan ibu Anyess, si guidenya tidak ngechek dulu ibu2,
malah langsung jalan, jadi kita putar balik lagi jemput ibu2. Kemudian kita
menuju rumah batik, sebentar saja, terus ke Kuta.
Dari Kuta, perjalanan diteruskan menuju Jimbaran untuk makan
malam, ditraktir bu Ida. Makannya ditepi laut, dengan suara ombak, nyanyian
para pemusik, angin laut. Makannya ikan bakar bermacam2 ikan bakar , pelecing
kangkung sambal, jeruk panas dan the pait. Keeeenyang banget. Setelah selesai,
kita pulang dengan melalui tanah berpasir, dan ketika naik ibu kepeleset, muter
dan gedubrak jatuh. Waduuuh untung bukan lutut yang kena, tapi jatuhnya dipaha
dan pantat, lumayan sakit.
Dari Jimbaran kita meruskan perjalanan ke uluwatu, sudah
malam kita semua belum pakcing karena rencananya kita besok pagi2 jam 8.00,
kita langsung check out dari motel, dan langsung sorenya menuju bandara.
Sesampainya di motel Uluwatu, kita turun menuju kamar
masing2. Setelah mandi , suara tokek sudah terdengar “ tokek … tokek…toookek…” ketika melihat
keatas kelihatan ekor tokek di plafon pas dujung atap rumbia.
Kata bu Iman “Tuh bu ..kelihatan dari sini “ “kita telpon saja 101 saja, minta tolong
ditangkapin.”……. datanglah penjaga villa,dan kemudian dia bawa bambu panjang,
terus ujungnya dipatahin. Dibantu temannya, tokeknya lari keluar..dikejar lepas
lagi dan katanya masuk ke kamar mandi.. dicari tapi gak ada..mungkin sudah
kabur. Kamar mandi di Villa tersebut , tinggi sih, tapi terbuka keluar, jadi
kalau mandi takut ada yang ngintip atau ada orang naik dari luar. Malam itu
kita tidur nyenyak tanpa gangguan suara tokek. Alhamdulillah.
Jam 7.30 , kita sarapan pagi dulu, ada goreng singkong,
goreng pisang, nasi goreng, telor dadar, mie goreng, tidak lupa buah2an potong,
the jahe dan kopi. Selesai sarapan pagi, kopor dimasukan bis, dan jam 8.30
semua sudah meluncur naik bis. Rencana perjalanan , acaranya City Tour , jadi
rombongan menuju Tanjung Benoa, kurang
lebih perjalanan 2 jam, samp0ai di Tanjung Benoa.
Sesampainya disana ,ibu2 turun menuju pantai, belum banyak
turis , mungkin karena masih pagi. Ibu2 duduk dulu, terus datang petugasnya
nawarin, mau naik perahu ke pulau punyu, karena ibu2 sudah malas main air
karena sudah pakai baju pulang. “Berapa naik perahu ke pulau penyu ?” kata
ibu2…. “Dua ratus lima puluh ribu seorang “
“ Apa????? Ibu2 mikir dua kali , dua ratus lima puluh ribu seorang, jadi
4 orang satu juta, walahh mendingan gak jadi. Jadi ibu2 pulang lagi , jauh2 ke
tanjung benoa, cumin ikut pipis doing ……hahahaha
Perjalanan dilanjutkan menuju Krisna dulu , disana ibu beli
salak gula pasir , beli permen dan dodol rumput laut, beli tas bali untuk
oleh2, dan semuanya dimasukan tas bali tersebut.
Dari Krisna , bis menuju ke rumah makan Renno , untuk makan
siang ditraktir bu Ngurah, setelah berjalan cukup lama , sampai juga ke rumah
makan tersebut. Terletak di perumahan , makannya nasi dengan sate ikan, pepes
pedas ikan, kangkung pelecing , sambal dan sup ikan.
Sholat lohor dijama ashar di restorant tersebut, dengan
mushola kecil cukup 2 orang. Tapi lumayan diberi kemudahan sholat . Dari sini
bu Ida karena pesawatnya jam 16 .00, menuju Surabaya ,maka beliau pulang lebih
dulu. Sedangkan bu Rinny Christiaji naik pesawat yang jam 19.00 juga ke
Surabaya, rombongan yang ke Jakarta naik pesawat Citilink jam 20.00 .
Setelah makan siang, perjalanan menuju Kuta , mau jalan2
dulu, sepanjang jalan melewati spa2 yang bertebaran di Denpasar dengan kualitas
pelayanan mulai dari yang eksekutiv sampai yang ece2, yang berkualitas sampai
yang plus, plus. Kata ibu2, “Iyah plus
digebukin , plus dijedotin “
Di Kuta, kita berhenti dulu masih hunting baju bordiir, dan
ibu Kusnodo masih dapat giwang mutiara , lucuuu. Yang lain, dapat baju border,
bawahan border ,kalung2 bali, Selesai belanja naik taksi ke tempat parkir bis
naik taksi bersama Dewi dan bu Iman, udaranya paanaaass banget.
Setelah kumpul ibu2 kemudian bis berputar lagi, tapi setelah
berputar diputuskan untuk menunggu waktu ke bandara , kita akan menunggu di
Centro saja sambil ngadem. Kemudian kita
turun lagi di Kuta, dan menuju Centro, unyung ada escalator , dan kita pun langsung
ke belakang centro, melihat pantai. Sambil
menunggu waktu jam 17.00 untuk kumpul kembali, ibu , bu Rinni, bu Iman,
bu Kusnodo, bu Anwar, Dewi minum kopi di Excelco saja . Waktu bu Wawan sudah
beli tas macan pinky untuk, tambahan tas olehnya. Beliau paling banyak bawa
oleh2 , paling banyak bawa bagasi .
Kemudian jam 17.00 , kita menuju Bandara Ngurah Rai, disana
dari travel sudah menunggu. Setelah proses bagasi dan tiket, yang cukup
panjang, masuklah rombongan ke ruang tunggu.Menunggu di lounge , kemudian jam
20.00 wita kita take off menuju Jakarta….selesailah tour de bali, pe
Komentar
Posting Komentar