" Melelahkan tapi menyenangkan"


Rencana perjalanan  ke Bali  sudah direncanakan sebulan sebelumnya, oleh ibu2 grup pensiunan dari  “Srikandi PKT”. Biaya perjalanan sebesar Rp.3.500 .000,- (Tiga juta lima ratus ribu rupiah), sudah termasuk transport memakai pesawat  Citilink dan hotel , makan selama 4 hari 3 malam.Jadwal keberangkatan adalah tanggal 11 sd 14 nopember . Perginya hari senin  subuh karena menghindari macet dan pulangnya hari Kamis malam.
Dari awal pergi panitia sudah menentukan dress code , peserta piknik yaitu baju putih pada hari pertama, kotak2 hari kedua, full color hari ketiga dan bebas hari keempat.Membawa kado yang dibungkus Koran, untuk tukaran kado dengan ibu2 lain. Peserta wisata semuanya ibu2 berjumlah 15 orang dari Jakarta dan 2 orang dari Surabaya.
Hari pertama keberangkatan, ibu diantar Bapak ke Bandara Sukarno Hatta, dari rumah jam 4.45 wib, karena pesawat take off nya jam 7.30 dan bordingnya jam 6.30. Naik taksi blue bird , karena lebih praktis.
Dari sebelum keberangkatan, ibu sudah ragu2, karena GDM ibu, yang gak mau turun , ibu sudah ngobrol sama bu Iman , katanya:
 “Nanti kutemenin,ikut saja, Bismillah”  
 kemudian ibu kontrol Dokter Olly dulu, ibu bilang mau ke Bali, katanya:
”Jangan  pergi dulu Bu, ibu lagi sakit, GDM nya tinggi ,cholesterol juga tinggi,takut ada apa2” 
terus dokter ngasih obat tambahan, Trajenta duo  850 mg dan dosis insulinnya ditambah. Tapi  dengan :
“Bismillahhirohmannirochim”ibu pergi juga.
Sebelum pergi Bapak , Alhamdulillah ngasih bekal ibu lumayan, terus ibu juga ada uang,dan juga berbekal kartu ATM Mandiri dan BNI juga kartu kredit Citibank, maka pergilah ibu dengan berbesar hati. Bapak terus wanti2 jaga kesehatan, jangan lupa minum obat, suntik dsbnya.
  Hari pertama
Ibu pergi dari rumah pukul 4.45 wib, sampai di bandara Suta jam 6.00 pagi di terminal 1C, dan ketika sampai di cengkareng, ternyata sudah ada ibu2 ,  dengan memakai dress code putih. Ibu pun bergabung, ketua panitia bu Dewi sibuk menghubungi Ibu2 lainnya yang belum datang . Ada yang masih naik bis ,”Aku masih di bis, baru nyampe Pancoran”  katanya , ada yang masih jauh juga.Bermacam ibu2 dengan bermacam karakter.
Bagasi  dibawa porter , Ketua panitia mengurus tiket, sambil menunggu ibu2 yg belum datang. Ibu2 yang lain membagi konsumsi, pudding dan roti dan aqua di botol kecil.
Setelah semua peserta wisata  kumpul , kemudian rombongan menuju ruang tunggu menunggu boarding sambil sarapan roti. Jam 7.30 ,kita dipersilahkan untuk masuk pesawat,dan semuanya kebagian di belakang pesawat. Hikmahnya waktu turun bisa duluan melalui pintu belakang.Jam 8.30  wib atau jam 9.30 wita kita pun sampai di Bali.
Di Bandara , kita disambut travel dari PKT , sesudah mengambil bagasi masing2 , rombongan pun menuju bis wisata , yang disumbang oleh PKT  , yang bisa digunakan selama kita di Bali. Terimakasih ya PKT . Begitu masuk bis sudah ada nasi kotak ,makan siang, yang langsung dimakan  oleh ibu2.
Dan mulailah perjalan wisata Bali ……………….. perjalanan dimulai degan perkenalan Tour Guide, namanya Nyoman, dia akan mendampingi Ibu2 selama di Bali.  Dari Bandara kita tidak menuju hotel tapi langsung menuju tempat wisata. Tempat wisata yang pertama adalah Pantai Pandawa, yang berjarak 2 jam dari Bandara.
PANTAI PANDAWA
Baru-baru ini, Bali membuka pantai baru, namanya Pantai Pandawa. Terletak di desa Kutuh Kecamatan Kuta selatan , Kabupaten Badung. Berjarak kurang lebih 3 km dari kawasan Wisata Nusa dua dan dan Pura Uluwatu.
Semula Pantai Pandawa dikenal sebagai Secret Beach, karena lokasinya tersembunyi di balik deretan perbukitan batu yang hanya ditumbuhi semak-belukar. Secret Beach, menurut beberapa warga Desa Kutuh, sudah lama dikenal. Sayang akses yang cukup sulit menuju lokasi, membuat pantai ini sepi pengunjung. Meskipun ada, itu pun kebanyakan para peselancar asing dan domestik yang berkunjung.  Alhasil kini akses menuju kesana semakin mudah untuk dilalui kendaraan.
Lalu, apa yang ditawarkan pantai Pandawa hingga layak dikunjungi? Sejak memasuki kawasan wisata ini, mata kita akan dibuat terbelalak oleh indahnya pemandangan tebing dipapas tegak, sebagian berundak, di kanan-kiri jalan. Sekitar 1,5 km jalan menuju pantai ini dipagari tebing-tebing kapur yang menjulang tinggi.
Jalan tersebut memang sengaja dibuat dengan membelah bukit-bukit kapur yang ada di Desa Kutuh, mirip bukit kapur yang dibelah di GWK. Mendekati pantai, tebing-tebing kapur tersebut dilubangi dan diukir dengan indah. Rencananya di tebing tersebut akan ditempatkan patung tokoh Pandawa Lima dalam Kisah Mahabharata yang terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.
Mata kita kembali dibuat terkagum saat memasuki area pantai Pandawa. Panorama begitu indah nan menawan. Pasir putih bersih dengan air laut yang hijau kebiruan, tipikal pantai-pantai di Kawasan Bukit. Suasana pantainya sepi dan tenang. Pantai ini sangat cocok untuk mandi atau berenang karena ombaknya pecah di tengah laut. Bermain pasir di Pantai Pandawa juga sangat menyenangkan, karena pasirnya sangat lembut. Karena letaknya berada di timur, kita pun bisamenikmati sunrise yang begitu cantik di pantai ini. 
Ketika kita sampai di pantai, udaranya sedang panas2nya, jadi ibu2 kebanyakan duduk2 saja. Ada yang duduk di pantai dibawah paying, ada juga yang cari tempat teduh di dekat toko2 cenderamata. Berphoto ria, untuk kenang2an, karena ada patung pandawa lima yang berjajar di pintu masuk, dan ditepi pantai. Untuk membeli makanan kita ragu,karena takut ada celengnya. Paling beli minuman es kelapa muda atau aqua.Setelah merasa cukup di pantai pandawa, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Dreamland.

Pantai Dreamland
Pantai Dreamland adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Bali di daerah bernama Pecatu. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan dikelilingi batu karang yang lumayan besar di sekitar pantai. Lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yaitu sekitar 30 menit dari pantai Kuta.
Pantai Dreamland sendiri hampir mirip dengan pantai Kuta. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air (surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.
Asal usul nama Dreamland dikarenakan dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata. Namun proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan disekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian).[1]
Pelataran pantai indah ini semula hanya titik kecil dari areal 900 hektar milik PT Bali Pecatu Graha (BPG) yang sempat heboh di tahun 1996. Lahan seluas itu diborong untuk disulap menjadi resor superluks "Resor Pecatu Indah".
Konon resor itu akan dipadukan dengan kawasan wisata, seraya memanfaatkan keindahan dan keaslian alam, sekaligus pelestarian lingkungan hidup. Pemilik resor tersebut, Tommy Soeharto, anak mantan Presiden Soeharto, hendak membuat "lingkungan permukiman dan wisata paling unik di seluruhAsia Tenggara".
Sholat dhuhur  dan ashar , dilakukan di mesjid yang ada di Dreamland, mesjidnya bagus, besar, terbuka tanpa dinding dan pintu, jadi waktu kita sholat anginnya berhembus jadi tidak panas.Dari Dreamland kita menuju GWK  (Garuda Wisnu Kencana).
GARUDA WISNU KENCANA Taman budaya GWK adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau bali. Taman wisata ini terletak di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung kira2 40 km dari sebelah selatan Denpasar.
GWK yang merupakan milik Swasta ini mempunyai beberapa tempat rekreasi di antaranya:
WISNU PLAZA, adalah tanah tertinggi di daerah GWK dimana tempat kita sementara merupakan bagian paling penting dari patung Garuda Wisnu Kencana patung Wisnu.
Pada waktu tertentu hari, akan ada beberapa kinerja tradisional Bali dengan megah patung Wisnu sebagai latar belakang. Karena lokasinya yang tinggi, Kita dapat melihat panorama sekitarnya. Patung Wisnu, sebagai titik pusat dari Wisnu Plaza, dikelilingi oleh air mancur dan air sumur di dekatnya suci yang katanya tidak pernah kering bahkan pada musim kemarau.
Parahyangan Somaka Giri ditempatkan di sebelah patung Wisnu. Ini tempat air berada, yang secara historis telah dipercaya oleh rakyat di daerah tersebut sebagai berkat dengan kekuatan magis yang kuat untuk menyembuhkan penyakitnya dan meminta para dewa hujan selama musim kemarau. Karena lokasinya di tanah tinggi (di atas bukit), fenomena alam ini dianggap orang suci dan lokal diyakini itu menjadi air suci.
STREET THEATER , adalah titik awal dan akhir kunjungan ke Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Di sini kita dapat menemukan banyak toko dan restoran di satu tempat dan dimana semua perayaan terjadi. Kita bisa mendapatkan souvenir Bali dan merchandise GWK khususnya di GWK Souvenir Shop dan Bali Art Market. Kita bahkan dapat menemukan spa Bali dan produk aromaterapi di toko ini.  Pada beberapa kali sehari, kita dapat menikmati belanja dan makan sambil ditemani kinerja Bali khususnya seperti barong, rindik dan parade.
LOTUS POUND , adalah area outdoor terbesar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Taman Budaya,  di Bali. Dengan demikian, Lotus Pond adalah tempat yang tepat dan hanya untuk mengadakan acara outdoor skala besar. Selama bertahun-tahun, GWK telah dipercaya untuk skala besar diadakan, baik nasional maupun internasional, acara di Lotus Pond seperti konser musik, pertemuan internasional, partai besar. Lotus Pond adalah tempat yang unik dengan pilar batu kapur di sisi dan patung megah Garuda di latar belakang.
Indraloka garden .  adalah salah satu tempat paling favorit di Garuda Wisnu Kencana untuk mengadakan pesta kecil menengah, pengumpulan dan upacara pernikahan. Kita bisa melihat pemandangan Bali dari atas Indraloka Garden
Amphitheatre adalah tempat di luar ruangan untuk pertunjukan khusus dengan akustik yang dirancang dengan baik. Setiap sore kita bisa menonton tari Kecak yang terkenal dan gratis Bahkan Tari Kecak ini dapat dikolaborasikan dengan tarian daerah lainnya.
Tirta Agung adalah ruang luar yang sempurna untuk acara menengah. Kita juga dapat mengunjungi patung Tangan Wisnu, bagian dari patung Garuda Wisnu Kencana yang terletak di dekatnya.
Di GWK , tangga menuju keatasnya terdiri dari 149 buah, sebagian ibu2 tidak ikut naik, tapi duduk2 dibawah pohon, nonton tari bali dan barongnya, berphoto ria sebagai penari bali, ada juga yang melukis kuku. Semuanya gratis kecuali kalau mau minum kelapa muda, cendol, es campur itu baru bayar. Ada juga yang sudah belanja oleh2, ada dompet, topi, mukena bali dan sebagainya.Setelah dari GWK, kita berenti dulu di Krisna toko oleh terbesar di Bali, disini ibu2 pada beli daster, oleh2 kaos2 Bali, bros perak.
Dari GWK, bis berjalan lagi menuju tempat makan malam , yang rencananya di Rumah Makan Pondok Kuring , dan dijamu oleh Kantor Pemasaran PKT. Untuk mencari restorannya bis berkeliling sampai 3 putaran karena supirnya belum hapal restourantnya.
Akhirnya setelah berputar-putar sampai juga di rumah makan tersebut, di sana ternyata kita sudah ditungguin staf pemasaran PKT , Bali. Makanannya lumayan enak, ada ikan bakar, ayam taliwang, pelecing kangkung , bakwan jagung , pepes tahu ,tempe mendoan. Minumnya dawet atau cincau dan teh panas. Disini bergabung lagi satu ibu yang berdomisili di Bali.Setelah selesai makan malam , maka perjalanan dilanjutkan menuju hotel/motel di Uluwatu.
HOTEL/MOTEL “ EYES “ ULUWATU.
Kata Nyoman (guide tour) perjalanan akan ditempuh dalam 2 jam, terletak di uluwatu, posisinya jauh kemana-mana, ke pom bensin juga jauh, gak bisa beli makanan katanya, lewatnya juga ke hutan. Ibu2 sudah  kecapaian kelihatannya,pasrah saja apapun yang terjadi. Kita sudah penuh keringat, rambut basah yang penting cepat sampai dan mandi, ganti baju.
Perjalanan ke uluwatu, lewat Tol baru, yang melewati dan membelah laut, pemandangan sebelah kiri adalah hutan mangrove dank arena malam hari maka ditengah laut hanya kelihatan lampu2. Di jalan Tol ini bisa dilalui juyga olh motor , jalannya dipisahkan dengan jalan untuk mobil. Untuk masuk tol ini dikenakan biaya Rp 10.000,-.
Setelah melewati jalan yang berliku2 , pohon2 dan berjalan dikegelapan, sampailah di hotel tempat kita menginap. Tempatnya jauh kemana2 ,  pemandangan kedepannya adalah laut dikejauhan. Ketika menuju kekamar, dari bawah, kita melewati tangga2 yang lumayah curam, tanpa pegangan. Ibu sekamar dengan bu Iman dan bu Anwar , dapat di kamar depan, menghadap ke kolam renang. Kamarnya cumin untuk 1 double bad, ditambah 1 extra bad, atapnya rumbia, tanpa eternit.
Ketika kita sudah mandi ,  dan berdaster ria, tidurlah semuanya. Kira2 jam 12.00 tiba2 terdengar bunyi tokeeek…tokeeeeek…….tokeeeek… Ya Allah serem bangeeet, sampai gak bisa tidur, selang brp jam kemudian  terdengar lagi, ya sampai subuh masih juga tokek itu berbunyi.
Kebetulan bu Anwar tidurnya di extra bed , dan si tokek perasaannya ada di rumbia tersebut. Takutnya jatuh  dan nempel di badan.
Hari kedua, pagi2Dewi sudah teriak2 “ Banguun woyyy banguuuun “ ayo berenang “  dan yang pertamakali masuk kolam renang adalah bu Sisil , rada siangan muncul ibu2 yang lain, mereka pada berenang, dengan kostum masing2 dan kehebohannya yang memecah suasana pagi di uluwatu.
Setelah mandi , kemudian makan pagi dengan nasi goreng, telur dadar, kerupuk goreng tahu, dan buah2an. Setelah sebelumnya minum teh jahe dan kopi.
Jam 9.30 , kita sudah siap untuk pergi lagi, dan bis pun sudah menunggu. Dengan seragam kotak2 , dengan membaca “Bismillahhirochmannirochim “ dan berdoa bersama, kita pun berangkat menuju Taman Sapari Bali.
Lumayan jauh , setelah sampai disana Dewi ngurusin tiket masuk , setelah selesai kita dikasih gelang sebagai tanda masuk, terus kita naikmobil taman sapari, untuk berkeliling. Baru bisnya berjalan sebentar, di stasiun berikutnya kita sudah turun,kebetulan ada sepasang suami istri muda yg lagi bulan madu, abis deh mereka dikerjain ibu2, ibu2 yang ramah,kocak, senang bersenda gurau dengan teriakan khasny yang dipimpin ibu Ida Listiawan  “ Eeeeeeeee aaaaaa “bergema keseluruh bis.
Di perhentian  berikutnya kita turun, karena ada pertunjukkan binatang,  berjalan kurang lebih 200 meter, melewati toko2 cenderamata, sampai ke arena pertunjukan, disitu ada pertunjukan burung “Parot” atau kaka tua yang berwarna warni, ular pithon, orang utan,kucing , anjing dan sebagainya. Setelah selesai  pulangnya lewat arena tersebut ,lagi memutar ke patung gajah terus turun menuju stasiun berikutnya . Capeeeeek tapi sehat , ketawa sepanjang jalan. Senang sekali, bersama ibu2 yang penuh perhatian, sabar, senang bergurau jadi tidak terasa capeknya.
Dari stasiun mobil sapari ini,kita naik lagi mobil berikutnya, dan dibawa keliling melihat binatang2 yag ada di Taman Sapari tersebut. Diantaranya kuda nil yang lagi rendeman, jerapah2 yang kelihatannya kecil dibanding yg di bogor, orang utan, burung hantu, zebra dan sebagainya.Setelah selesai , kita berhenti di stasiun yang tadi naik, terus berjalan lagi balik ke stasiun semula , naik mobil sapari lagi,kembali ke tempat beli tiket tadi.   
Dari Taman Sapari , kita menuju makan siang yaitu di rumah makan “Bebek Tepi Sawah” rumah makannya lumayan besar, bersih ada musholanya , penyajiannya cepat , ramah dan makanannya lumayan enak. Makanannya adalah bebek goreng yang digoreng garing banget dengan sambel2nya , dan kangkung pelecingnya. Minumannya adalah es kelapa muda tanpa gula   ( untuk ibu ). Kalau gak salah , tempat makan ini kalo gak salah yang dipakai waktu pemilihan Miss World 2013. Setelah sholat lohor dan ashar yang dijama, kita melanjutkan perjalanan .
Menuju Joger, disini ibu2 belanja kaos, tas2, pernak pernik, pokonya belanja oleh2, mumpung ada kesempatan belanja oleh2 Bali. Di Joger kelihatannya barang2nya lebih bagus disbanding di tempat lain. Hanya diberi waktu 1 jam, kemudian perjalanan dilanjutkan kembali.
Ketika menunggu ibu2 yang lain, ibu sudah duduk di bis, kebetulan ibu Wawan sudah duduk duluan, ketika ambil barang jatuh dibawah kursi, eehh ada kacamata. “Ini punya siapa “ katanya. Otomatis semuanya yang pernah duduk disitu, melihat takut kacamata punya kita. Oh bukan , tapi ibu sempat ragu, tapi oh beda, datang bu Anwar dicobainlah kacamata tersebut, dan ketika lagi dicoba, datang si kernet bis,”Bu itu kacamatanya Belli Nyoman” wah satu bis ketawa semua, eeeeeeeaaaa eeeeeeaaaa, katanya, maksudnya bukan ngolok2 tapi lucu kok kacamatanya si Nyoman, bukannya dari tadi.
Sambil lewat kita  ke celuk dulu lihat perhiasan perak , tapi gak ada yang beli kecuali bu Wawan beli cincin perak, dari situ kita ke Sukowati, ibu2 pada beli mukena bali, sayangnya turunnya terlalu jauh dari pasar, jadi jalannya jauh dan panas. Di Sukowati, ibu beli mukena Bali yang lukis, lumayan bahannya gak panas, beli daster panjang juga.  Bu Iman dapat giwang mutiara pesanannya bu Dedi. Setelah ibu2 kumpul, kemudian bis berangkat lagi menuju motel di uluwatu, bis berenti dulu di Toko Kueh Cening, untuk pesan pai susu, setelah pesanan ditulis kemudian bis berangkat menuju uluwatu.
Setelah istirahat dan mandi, dengan ber daster bunga khas Bali, kita kumpul makan malam dipinggir kolam renang. Sambil tukeran kado.  Makan malamnya ikan bakar, goreng ayam, sate ayam, sate ikan, kangkung pelecing .kurupuk, buah2an. Lumayan enak masakannya yang masak adalah chef yang di motel tersebut. Setelah makan malam ,kita kumpul ngobrol kemudian sharing becandaan dan tukeran kado. Sambil nyanyi lagu “Kemesraan” kita bertukar kado, semua mengesankan penuh canda, penuh tawa, penuh sindiran tidak ada yang tersinggung tidak ada yang marah, semuanya aman terkendali . He..he..he…
Selesai makan malam, kita masuk kamar , siap2 untuk tidur , setelah beberapa waktu di kamar, tiba2 terdengar suara  tokek…tokek…tokek…. Ampuuun deh pasti semalaman lagi tuh dia berbunyi, kata bu Anwar “Aku mau pindah saja, takut tokeknya jatuh waktu aku lagi tidur” kata bu Iman “Biar aku saja yang tidur dibawah, biar bu Anwar diatas “  dan tukeranlan mereka. Malam itu tidur rada nyenyak, karena si tokek tidak terdengar lagi. Besoknya kita pesen sama penjaga motel, untuk tolong nangkap tokek.
 Hari ketiga , pagi2 tumben ibu2 belum pada bangun, ibu bangun jam 5.00 langsung mandi , sholat subuh, bu Anwar sudah lama bangun, bu Iman baru bangun karena gak bisa tidur. Jam 7.30 ibu2 semua turun, sarapan nasi uduk dengan telor dan ayam goreng, kerupuk, buah potong. Setelah sebelumnya disuguhi teh jahe dan kopi.
Selesai sarapan , bis datang , ibu2 pun beredar kembali, hari ini kita menuju Bedugul , perjalanan agak jauh , sebelum sampai di tujuan ditengah perjalanan Dewi membeli roti dulu dan kue2 kecil lainnya, juga minuman untuk konsumsi di bis. Kemudian ketika melewati daerah tertentu, kita juga jemput bu Putu, perjalanan dilanjutkan menuju Bedugul. Kira2 jam 12.00 kita sampai di bedugul, dimana udara mendung dan hujan turun.
Di Bedugul karena hujan, kita gak bisa turun, jadi ibu2 diam saja di bis, sambil makan siang sumbangan bu Agre, nasi kotak bebek tepi sawah. Ketika mau sholat di Mesjid Kuning, ternyata mesjidnya bertangga karena terletak diatas, tangganya tinggiiii sekali.    Jadi ibu2 tidak jadi sholat disitu , karena hujan, dan juga licin. Karena hujan  gak berhenti, perjalanan diteruskan ke Tanah Lot
TANAH LOT
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.
Obyek wisata tanah lot[] terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.
Di Tanah Lot , begitu turun dari bis sudah terdapat kios2 cenderamata, berjejer rapi, jalan menuju pantai sudah bagus di cornblok rapi, disebelah kiri dekat gerbang pura, ada tulisan istana ular, tapi boro2 ibu gak kepingin lihat. Banyak turis berphoto pake ular sanca besar dililitkan dileher . Walah takut bener2 takuuut sampai merinding.
Ibu2 sambil jalan berbelanja baju2 bordir , terus berphoto ria ditepi pantai. Yang muda2 sudah duluan kepantai yang sepuh2 nunggu istirahat dulu. Disini kita ketemu bu Nyoman yang di Bontang, dan lagi ada acara di Bali. Senangnya ketemu teman lama. Setelah puas ambil2 photo panorama tanah lot, kita kemudian cari mushola, kebetulan ada toko pakaian yang menyediakan mushola, Alhamdulillah.
Selesai sholat, kita keluar toko, dan disitu ada ibu2 yang lagi duduk minum es campur. Kata bu Yenny “ Heeey bu, sudah sholat belum ??”  teriaknya dengan suara khasnya “Ayo pada sholat” jawab ibu itu   ( gak tega nyebut namanya) “ Belum nanti saja dijama”  katanya. “Dijama opo wong sudah abis waktunya”  Tapi tetap saja tidak sholat.
Sesudah sholat , kita berjalan lagi menuju bis, yang parkirnya jauh, selama perjalanan ibu selalu dibantu ibu2 yang lain, Terimakasih yah untuk semua ibu2, atas semua perhatiannya, sehingga saking senangnya ibu tidak merasa lelah sama sekali. Terimakasih Dewi, bu Iman, Ida yang sudah memijat, terimakasih ibu2 yang lain yang tidak bisa ibu sebutkan satu persatu.
Dari Tanah Lot , sambil jalan kita menuju cening ayu, batik bali reus ke Kuta ada ibu yang mau ambil bordiran. Di cerning kita turun, kebetulan ada kaos2 untuk bapak2 , baju2 kecil untuk cucu , terus kita naik bis lagi. Sesudah jalan kira2 200 meteran eh ada telpon , ternyata ada ibu2 yang ketinggalan ,Ibu Sisil dan ibu Anyess, si guidenya tidak ngechek dulu ibu2, malah langsung jalan, jadi kita putar balik lagi jemput ibu2. Kemudian kita menuju rumah batik, sebentar saja, terus ke Kuta.
Dari Kuta, perjalanan diteruskan menuju Jimbaran untuk makan malam, ditraktir bu Ida. Makannya ditepi laut, dengan suara ombak, nyanyian para pemusik, angin laut. Makannya ikan bakar bermacam2 ikan bakar , pelecing kangkung sambal, jeruk panas dan the pait. Keeeenyang banget. Setelah selesai, kita pulang dengan melalui tanah berpasir, dan ketika naik ibu kepeleset, muter dan gedubrak jatuh. Waduuuh untung bukan lutut yang kena, tapi jatuhnya dipaha dan pantat, lumayan sakit.
Dari Jimbaran kita meruskan perjalanan ke uluwatu, sudah malam kita semua belum pakcing karena rencananya kita besok pagi2 jam 8.00, kita langsung check out dari motel, dan langsung sorenya menuju bandara.
Sesampainya di motel Uluwatu, kita turun menuju kamar masing2. Setelah mandi , suara tokek sudah terdengar  “ tokek … tokek…toookek…” ketika melihat keatas kelihatan ekor tokek di plafon pas dujung atap rumbia.
Kata bu Iman “Tuh bu ..kelihatan dari sini “  “kita telpon saja 101 saja, minta tolong ditangkapin.”……. datanglah penjaga villa,dan kemudian dia bawa bambu panjang, terus ujungnya dipatahin. Dibantu temannya, tokeknya lari keluar..dikejar lepas lagi dan katanya masuk ke kamar mandi.. dicari tapi gak ada..mungkin sudah kabur. Kamar mandi di Villa tersebut , tinggi sih, tapi terbuka keluar, jadi kalau mandi takut ada yang ngintip atau ada orang naik dari luar. Malam itu kita tidur nyenyak tanpa gangguan suara tokek. Alhamdulillah.
Jam 7.30 , kita sarapan pagi dulu, ada goreng singkong, goreng pisang, nasi goreng, telor dadar, mie goreng, tidak lupa buah2an potong, the jahe dan kopi. Selesai sarapan pagi, kopor dimasukan bis, dan jam 8.30 semua sudah meluncur naik bis. Rencana perjalanan , acaranya City Tour , jadi rombongan menuju  Tanjung Benoa, kurang lebih perjalanan 2 jam, samp0ai di Tanjung Benoa.
Sesampainya disana ,ibu2 turun menuju pantai, belum banyak turis , mungkin karena masih pagi. Ibu2 duduk dulu, terus datang petugasnya nawarin, mau naik perahu ke pulau punyu, karena ibu2 sudah malas main air karena sudah pakai baju pulang. “Berapa naik perahu ke pulau penyu ?” kata ibu2…. “Dua ratus lima puluh ribu seorang “   “ Apa????? Ibu2 mikir dua kali , dua ratus lima puluh ribu seorang, jadi 4 orang satu juta, walahh mendingan gak jadi. Jadi ibu2 pulang lagi , jauh2 ke tanjung benoa, cumin ikut pipis doing ……hahahaha
Perjalanan dilanjutkan menuju Krisna dulu , disana ibu beli salak gula pasir , beli permen dan dodol rumput laut, beli tas bali untuk oleh2, dan semuanya dimasukan tas bali tersebut.
Dari Krisna , bis menuju ke rumah makan Renno , untuk makan siang ditraktir bu Ngurah, setelah berjalan cukup lama , sampai juga ke rumah makan tersebut. Terletak di perumahan , makannya nasi dengan sate ikan, pepes pedas ikan, kangkung pelecing , sambal dan sup ikan.
Sholat lohor dijama ashar di restorant tersebut, dengan mushola kecil cukup 2 orang. Tapi lumayan diberi kemudahan sholat . Dari sini bu Ida karena pesawatnya jam 16 .00, menuju Surabaya ,maka beliau pulang lebih dulu. Sedangkan bu Rinny Christiaji naik pesawat yang jam 19.00 juga ke Surabaya, rombongan yang ke Jakarta naik pesawat Citilink jam 20.00 .
Setelah makan siang, perjalanan menuju Kuta , mau jalan2 dulu, sepanjang jalan melewati spa2 yang bertebaran di Denpasar dengan kualitas pelayanan mulai dari yang eksekutiv sampai yang ece2, yang berkualitas sampai yang plus, plus.  Kata ibu2, “Iyah plus digebukin , plus dijedotin “
Di Kuta, kita berhenti dulu masih hunting baju bordiir, dan ibu Kusnodo masih dapat giwang mutiara , lucuuu. Yang lain, dapat baju border, bawahan border ,kalung2 bali, Selesai belanja naik taksi ke tempat parkir bis naik taksi bersama Dewi dan bu Iman, udaranya paanaaass banget.
Setelah kumpul ibu2 kemudian bis berputar lagi, tapi setelah berputar diputuskan untuk menunggu waktu ke bandara , kita akan menunggu di Centro saja sambil ngadem.  Kemudian kita turun lagi di Kuta, dan menuju Centro, unyung ada escalator , dan kita pun langsung ke belakang centro, melihat pantai. Sambil  menunggu waktu jam 17.00 untuk kumpul kembali, ibu , bu Rinni, bu Iman, bu Kusnodo, bu Anwar, Dewi minum kopi di Excelco saja . Waktu bu Wawan sudah beli tas macan pinky untuk, tambahan tas olehnya. Beliau paling banyak bawa oleh2 , paling banyak bawa bagasi .
Kemudian jam 17.00 , kita menuju Bandara Ngurah Rai, disana dari travel sudah menunggu. Setelah proses bagasi dan tiket, yang cukup panjang, masuklah rombongan ke ruang tunggu.Menunggu di lounge , kemudian jam 20.00 wita kita take off menuju Jakarta….selesailah tour de bali, pe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makanan Favourit Keluarga

Terbongkarnya Rahasia

Yang Tidak Dilupakan