KENANGAN DI BULAN JANUARI
Awal Januari , kami melaksanakan umroh dan tawaf
mengelilingi Kabah dan Syai’ di masjidil haram. Sampai tanggal 1,2 ,3, januari kami
masih melaksanakan ibadah di Masjidil Haram.
Hari Sabtu tanggal 4 Januari , bersiap pulang ke Jakarta.
Jam 03.00 pagi, koper sudah disimpan diluar kamar , kami melakukan tawaf
wada kemudian setelah tawaf wada dari Mekah jam 4 subuh, karena katanya
pesawatnya dimajukan. Dengan memakai bus kami menuju Jeddah, dari Mekkah
jam 05,00 pagi, karena ada seorang jamaah yang tertinggal masih tawaf wada
,sampai di Jeddah Jam 6 pagi , kemudian menuju Laut merah untuk
sembahyang subuh dan makan pagi . Makan paginya terburu-buru,
langsung ke bandara, ngurusin koper dan sebagainya. Langsung ke imigrasi, tak
lama kemudian naik pesawat Emirald, dapat tempat duduknya di belakang, tapi
begitu naik kata pramugara Arabnya “ Free sitting” katanya, Alhamdulillah
bisa milih duduk yang nyaman, karena naiknya duluan.
Jam 12.00 malam Alhamdulillah sampai Bandara sukarno hatta. Jadi
Tanggal 5 Januari kita pulang ke tanah air, waktu itu pas Ulang Tahun Nikah
yang ke 39, Alhamdulillah, jadi begitu pulang ada nasi kuning kumplit.
Mudah2an kami selalu sehat, mendapatkan kesempatan, kesabaran, kemudahan,
rejeki yang halal, bahagia lahir dan bathin. Aamiiin ..Aamiiin ..Aamiiin ..Ya
Robbal Alamin.
Hari Rabu tanggal 8 Januari , sempat ngasih kuliah terakhir untuk
3 kelas Akuntansi dan manajemen, perasaan badan teh kuat padahal masih jetlag ,
pulang2 badan sakiit semua. hari jum’at tgl 10 januari juga masih member kuliah
2 kelas manajemen dan akuntansi, sudah lama pulang tapi masih terasa Jetlag,
jadi langsung pulang saja.
Tanggal 12 Januari, bapak ke undangannya pak Zakir, waktu itu
hujan, dan ibu masih istirahat ketika ada Satpam keliling kompleks sambil bawa
sirene, “Banjjjiiiiir Bu “ kata Tiya, Ya Allah , ibu lihat ke luar masih belum
ada air di jalan, mobil2 cepat dibawa ke rumah di atas.
Dan diatas sudah penuh mobil yang terparkir dipinggir jalan.
Ketika semua sudah aman, ada berita Katulampa waspada 1 dan Kartini juga sama,
ibu telpon bapak “ air sudah naik pak” tapi beliau mau ke undangan dulu.
Ibu nyuruh gulungin karpet, ngangkat kursi2 keatas meja bundar ,
tempat tidur belum diangkat perasaan gak akan masuk rumah, ibu lihat lagi
keluar air semakin tinggi, “ Sudah masuk dapur Bu” kalau begitu kita
putuskan saja, bapak sudah pulang, “ Ayo kita tidur diatas.”
Cepat2 tempat tidur diangkat,keatas meja , setelah semua
dikeatasin , laci2, baju dan semuanya tidak ada yang yang dibawah,
kemudian jam 12 malam kita keatas , semuanya, bangun keesokan paginya , dibawah
sudah terendam air, kolam renang yang tadinya biru, sudah berobah jadi
coklat, kebun semua terendam, rumah juga terendam 20 centimeter. Di jalan
ternyata airnya setinggi paha orang dewasa.
Setelah siang airnya surut, tapi kita belum turun masih diatas,
dan malam2 ada sirene lagi, air naik lagi, untung barang2 belum turun. Hari
ketiga ketika sudah tidak hujan lagi, kita beres2 tempat tidur sudah rapi, baru
saja narik selimut , eeeehh ada sirene lagi, langsung pada loncat naikin tempat
tidur lagi, bawa selimut naik keatas lagi.
Ngobrol2 sama cucu :
“ Bu di kampung sebelah juga banjir “
“Oh sama yah dengan disini, segimana banjirnya ?”
“ Sekepala cicak , katanya”
“ Oh sedikit atuh” kata ibu,
“Iyah sekepala cicak, tapi cicaknya ada di jendela” ….
Gubraaakkkk .
Ternyata dalam minggu itu kita dapat kiriman air sampai 5 kali. Ya
Allah, kami benar2 dicoba dan diuji oleh –Mu, tapi bukankah hanya orang2 yang
beriman yang betul2 diuji oleh-Mu. Aamiiin.
Setelah betul2 surut baru sedikit2 barang diturunin dari meja,
sekarang mudah2an sudah aman, tidak banjir lagi karena musim hujan kelihatannya
sudah berhenti, dan kolam renang pun sudah biru lagi. Tinggal istirahat, badan
rasanya capeeeeek banget. Betul2 awal tahun yang penuh kenangan.
“Ya Allah , mudah2an tidak banjir lagi” Aamiiiin YRA. (YR).
Komentar
Posting Komentar