Katerisasi Jantung
Hari selasa tanggal 17 september , bangun tidur ada yang
terasa sakit dibawah dada kiri ,tapi disangka ibu itu hanya sakit ulu hati ,
karena terasanya enek banget. Sakitnya tidak hebat banget cuman setitik saja. Ketika
tidur siang, ibu merasa mengigil banget , sampai pake selimut juga masih terasa
dingin.
Ibu bilang sama bapak “ Bapak ibu kedinginan , sampai
gemeteran begini”
“Hayu ke dokter atuh, jangan dibiarin “ kata bapak.
Hari selasa sore ibu diantar bapak ke dokter Olly, di Rumah
Sakit Bekasi Timur, karena ibu masih curiga itu dari gula.
Ketika ketemu dokter ibu disuruh ke laboraturium dulu untuk
diperiksa darah lengkap, terus ditunggu dia di Mitra Bekasi Barat.
Sesudah diambil darah , ibu pulang dulu, dan dirumah sudah
ada Tiya dan Daffa , hasil laboratorium sudah diambil, dan ibu diantar Tiya ke
Mitra Barat, ked r.Olly lagi. Ketika dilihatkan hasil Labnya ,kata dr Olly :
“ Wah leucositnya ini tinggi sekali , berarti ada peradangan
didalam tubuhnya, leucositnya 18.500 “
“Ibu kuat rawat jalan ? “
“Kuat dokter” kata ibu saking tidak mau dirawat.
Besoknya ibu ke dokter Olly lagi, dan diharuskan dirawat
untuk di usg ,karena dicurigai ada batu empedu,
ibu pulang dulu, bawa persiapan untuk dirawat, dan balik lagi langsung
ke ruang Radiologi untuk bertemu Dr Leo, dan di usg lah empedu ibu dan hasilnya
ternyata ada batu di empedunya. Tapi beliau berpendapat sih, gak usah dioperasi
jaga pola makan saja.
Ketika balik lagi ke dokter Olly, katanya :
“Karena ibu tidak punya daya tahan tubuh, ini harus segera
dioperasi. Nanti dokter bedahnya Dr. Ferdy saja katanya”
Maka persiapan masuk ruangan dipersiapkan, ibu di EKG dulu, diperiksa tekanan darahnya,
terus naik kursi roda menuju ruangan.
Sesudah di ruangan, biasa dipasang infus , periksa tekanan
darah , ekg lagi, dan kemudian ekgnya diulang lagi, karena Dr Olly maunya ,
besoknya hari Kamis ibu sudah operasi empedu.
Malamnya jam 11 ,Maya datang dari Palembang, jadi Bapak bisa
pulang istirahat dirumah. Tiya dan Daffa juga ada di rumah.
Untuk persiapan operasi yang dijadwalkan jam 08.00 pagi,
datanglah dokter anestesi ke kamar yaitu Dr.Nyoman, dokter bedahnya juga datang
yaitu Dr.Ferdy, dan menjelaskan bahwa ibu akan di Laparascopy dengan 3 lubang
diperut , dan bius total, dijelaskan juga dengan gambar2 dimana letak empedu,
dimana akan dioperasinya.
Ketika sudah dokternya sudah pulang, ibu nanya ke Maya :
“Maya kok dokter ngegambarnya , empedu ada di kanan , padahal
yang terasa ngilu itu ada di kiri, apa dia gak salah kitu”
“Memang empedu mah ada di kanan bu, karena itu aku heran kok
ibu mah sakitnya dikiri”kata Maya.
Ternyata operasi tidak sesuai skedul , karena dokter jantung
, masih belum datang dan memeriksa ibu,
dokter jantung dijadwalkan dari malam, tapi gak datang, jadi ibu
diundurkan jam 10 pagi, dan dokter jantungnya Dr Erwin datang siang sesudah jam
11.
Begitu datang , lihat status dan hasil ekg , dia gak berkenan
karena jantungnya bermasalah tapi katanya :
“Ini gak bisa untuk dioperasi sekarang karena ada
masalah di jantungnya, tapi kalau mau
dioperasi sekarang silahkan saja “ katanya
“Lho ini gimana ?? kalau harus ditunda kita tunda Dokter,
karena nanti bisa berbahaya”
Tadinya Dokter Erwin gak mau ikutan team operasi, karena
jantung ibu tidak normal , dan akan mengambil resiko kalau terus dioperasi.
Sudah gitu dia bilang “
oke kalau begitu saya hubungi dulu dokter yang menangani kateter “, dan
ternyata cuti.
Jadi pada prinsipnya operasinya ditunda dulu , dan ibu harus
melalui serangkaian tindakan yaitu di MRI jantung dan di torak. Pada prinsipnya
operasi yang jam satu tidak ada atau tidak dilaksanakan.
Besoknya hari jum’at, pagi2 dokter Erwin datang dan intinya
dia maunya ibu dikateter saja setelah melihat hasil MRI ibu.
“Ibu, operasinya ditunda saja , karena sesuai hasil MRI nya
jantung ibu ada pembengkakan dan perlu dikateter dulu , dan kebetulan ahli
kateternya sedang cuti, jadi tidak bisa dilakukan sekarang tapi nanti hari
senin”
“Ibu pulang saja dulu , nanti senin datang lagi ke poli
jantung”
Terus keluarga berpendapat , kalau mau di kateter mah,
mending ke Rumah Sakit Harapan Kita, disana kan khusus jantung dan banyak
dokter jantung yang menangani.
Setelah menunggu dokter Olly dan ,
dia juga membolehkan pulang, kita pun pulanglah, dan kemudian menghubungi Rumah
Sakit Harapan Kita, melalui teman bapak ,Harwan kita dibantu untuk daftar.
Kebetulan kalau hari jum’at dan sabtu itu untuk pasien2 eksekutif, jadi ibu
bisa berobat jam 5 sore.
Diantar Maya , Tiya dan Fathi juga
Bapak, jam 15-00 pergi ke dokter kebetulan tidak macet jam 17.00 sudah sampai.
Terus ke pendaftaran dan dokternya sama dengan dokternya Harwan , yaitu Dr.
Suko.
Keputusan dari dokter jantung dan
setelah melihat hasil pemeriksaan dari RS Mitra, ibu harus dikateter besok hari
Sabtu jam 15.00 , jadi pagi2 masuk ke ruang perawatan. Setelah melakukan
prosedur untuk perawatan besok, dan memberikan uang muka , ibu pulang dulu.
Kateterisasi jantung merupakan tindakan medis yang dirancang untuk
mengetahui kondisi kesehatan jantung ,prosedur ini juga penting dilakukan untuk
mendeteksi apakah terdapat masalah pada jantung dan mengobati beberapa masalah
jantung.
Kegunaan kateterisasi
jantung:
- Mengevaluasi aliran darah dan oksigen di berbagai bagian jantung Anda.
- Menilai kekuatan otot jantung memompa darah ke seluruh tubuh.
- Melihat seberapa baik kinerja katup jantung.
- Mengobati penyakit jantung koroner dan serangan jantung.
- Merencanakan pengobatan yang tepat. Khususnya jika baru pulih dari serangan jantung tapi masih merasakan sakit dada, mendapatkan hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan bahwa kita memiliki penyakit jantung, atau jika kita mengalami serangan jantung yang menyebabkan jantung rusak parah.
- Mengoreksi jantung yang cacat dengan operasi kecil.
- Mengambil sampel otot jantung untuk mengetahui apakah Anda terkena infeksi jantung atau tumor.
- Memeriksa penyakit jantung bawaan pada anak-anak.
Besoknya, diantar Maya dan bapak, ibu masuk rumah sakit di
ruang eksekutiv, dan dengan serangkaian pemeriksaan yang diperlukan, juga
setelah berpuasa selama 6 jam, jam 15.00 kita siap2 masuk ruangan kateter, ada
teman bapak yang nengok dan nungguin juga , Harwan dan Dodi terimakasih yah
partisipasinya.
Sebelum melakukan tindakan perawat rumah sakit , menjelaskan
resiko yang mungkin terjadi dari
katerisasi yaitu :
- Perdarahan.
- Memar.
- Infeksi.
- Reaksi alergi pada obat-obatan atau zat kontras.
- Kerusakan pada arteri dan jaringan jantung.
- Kerusakan ginjal.
- Serangan jantung.
- Stroke.
- Emboli atau masuknya udara ke dalam pembuluh darah.
Dengan
didorong pake kursi roda, kita menuju gedung sebelah, jauh juga, terus masuk
ruang tunggu dulu, tak lama kemudian , setelah persiapan dan dokternya datang,
ibu masuk ruang tindakan . Selama menjalani kateterisasi jantung, kita akan
tetap sadar dan bisa mengikuti semua arahan dari dokter. Saat akan menjalani
prosedur kateterisasi jantung, tim medis akan menyuntikkan obat sedatif yang
akan membuat kita merasa tenang.
Kemudian, dilakukan proses pembersihan pada area yang akan dimasukkan kateter, yaitu
suatu alat seperti selang tipis yang fleksibel. Setelah bersih, dokter akan menyuntik
obat bius lokal tidak merasa sakit saat
kateterisasi dilakukan.
Proses kateterisasi dimulai dengan membuat sebuah
lubang kecil di pembuluh darah, yang disusul oleh pemasangan tabung pada lubang
tersebut, untuk menjaga mulut lubang tetap terbuka. Kemudian, dokter akan
memasukkan kawat penuntun dari lubang pembuluh darah hingga ruang jantung.
Setelah itu, kateter dimasukkan mengikuti kawat penuntun dari pembuluh darah
sampai ke jantung. Kawat penuntun akan ditarik dan dikeluarkan kembali,
sementara kateter tetap di dalam.
Lalu, dokter akan memasukkan zat pewarna
kontras ke dalam kateter. Monitor akan merekam kondisi jantung kita yang
terlihat dari perjalanan zat pewarna kontras di pembuluh darah. Hasil rekaman
ini akan muncul di layar monitor ruang operasi sehingga memudahkan dokter untuk
melihat keadaan jantung . Akhirnya, dokter bisa mulai melakukan tes, pengobatan,
atau segala tindakan medis yang diperlukan sesuai dengan kondisi kita.
Saat katerisasi jantung, dokter bisa pula
melakukan angiogram koroner atau angiografi jantung.
Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui apakah kita memiliki gangguan pada arteri koroner atau
tidak.
Ibu di pindahkan ke meja operasi,
dipasang dulu kabel2 seperti mau di Ekg , diselemutin, kemudian di beri plastic
biru yang tangannya di bolongin. Dr. Suko datang, dokter kateter juga ada
teamnya ada 4 orang.
Tangan ibu sebelah kiri dijepit untuk
pemeriksaan jantung ,setelah dibacakan status ibu , kemudian dokternya bilang
“ Kita mulai ya bu , berdo’a yah bu
“ terus tangan kanan ibu terasa ditusuk
, sakiiit juga dan pegel , terus terdengar dokternya bilang
“ no 34 , 36 oh jangan 38 saja “ dan tak lama
kemudian
“ sudah selesai bu “
“Ya Allah, Alhamdulillah selesai juga”
Ibu dipindahkan lagi , dan didorong
menuju ruang recoveri. Pergelangan tangan ibu dibebat kenceng banget, untuk
menghidari pendarahan.
Masuk ruangan lagi, tangan kanan
tidak boleh dulu banyak gerakan, takut bekasnya ada pendarahan lagi. Kemudian
ada rekam jantung lagi, pemeriksaan tekanan darah, dan diharuskan dulu
istirahat.
Besoknya hari Minggu ibu pulang.
Komentar
Posting Komentar